Jum'at, 25/09/2026 01:19 WIB

Tafsiran Surah Al-Jumu`ah Ayat 10 dan Pesannya





Surah Al-Jumu`ah ayat 10 memberikan gambaran tentang keseimbangan antara menjalankan ibadah dan mencari rezeki.

Ilustrasi - Surah Al-Jumu`ah ayat 10 memberikan gambaran tentang keseimbangan antara menjalankan ibadah dan mencari rezeki. (Foto: AI)

Jakarta, Jurnas.com - Surah Al-Jumu`ah ayat 10 memberikan gambaran tentang keseimbangan antara menjalankan ibadah dan mencari rezeki.

Setelah menunaikan shalat Jumat, umat Islam diperintahkan untuk kembali beraktivitas dan mencari karunia Allah SWT, tanpa melupakan zikir.

Allah SWT berfirman:

فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Artinya:

"Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung."

Ayat ini berkaitan dengan ayat sebelumnya yang memerintahkan orang-orang beriman untuk segera menghadiri shalat Jumat ketika azan telah dikumandangkan dan meninggalkan aktivitas jual beli. Setelah shalat selesai, aktivitas duniawi kembali diperbolehkan.

Frasa bertebaranlah kamu di bumi menunjukkan diperbolehkannya kembali menjalankan aktivitas setelah shalat Jumat. Salah satu bentuknya adalah mencari rezeki melalui pekerjaan dan perdagangan.

Tafsir As-Sa`di menjelaskan bahwa manusia dapat kembali mencari penghasilan, tetapi tetap diperintahkan untuk banyak mengingat Allah SWT agar aktivitas tersebut tidak membuat lalai.

Ayat ini tidak berarti seseorang harus langsung meninggalkan masjid dan bekerja setelah shalat Jumat. Perintah tersebut dipahami sebagai izin untuk kembali beraktivitas setelah ibadah selesai.

Salah satu pesan utama ayat ini adalah keseimbangan antara ibadah dan kehidupan dunia. Seorang Muslim tetap dianjurkan bekerja dan mencari rezeki, tetapi aktivitas tersebut tidak boleh membuatnya melupakan Allah SWT.

Mencari rezeki juga dipandang sebagai bagian dari usaha manusia. Namun, rezeki tetap disebut sebagai karunia Allah, sehingga usaha perlu disertai rasa syukur dan mengingat-Nya.

Ayat ini juga mengajarkan agar zikir tidak hanya dilakukan ketika berada di masjid. Setelah kembali bekerja, berdagang, atau menjalankan aktivitas lainnya, seorang Muslim tetap diperintahkan untuk banyak mengingat Allah SWT.

Dengan demikian, Surah Al-Jumu`ah ayat 10 mengajarkan bahwa ibadah dan bekerja bukan dua hal yang harus dipertentangkan.

Setelah memenuhi kewajiban kepada Allah SWT, manusia dapat kembali berusaha mencari rezeki dengan tetap menjaga hubungan spiritual kepada-Nya.

Pesan akhirnya adalah berusaha di dunia tanpa melupakan Allah SWT. Dengan menjalankan keduanya secara seimbang, seorang Muslim diharapkan memperoleh keberuntungan sebagaimana disebutkan pada akhir ayat tersebut.

KEYWORD :

Info Keislaman Surah Al-Jumu`ah Ayat 10 Tafsir Al-Qur`an




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :