Selasa, 22/09/2026 00:24 WIB

Mengapa Hari Badak Sedunia Diperingati Setiap 22 September?





Peringatan Hari Badak Sedunia atau World Rhino Day yang jatuh setiap tanggal 22 September memiliki rekam jejak panjang yang berakar dari krisis perburuan liar.

Badak Putih Utara yang berada di ambang kepunahan - Hari Badak Sedunia setiap 22 September (Foto: BBC)

Jakarta, Jurnas.com - Peringatan Hari Badak Sedunia atau World Rhino Day yang jatuh setiap tanggal 22 September memiliki rekam jejak panjang yang berakar dari krisis perburuan liar dan terancamnya populasi mamalia besar ini di habitat aslinya.

Peringatan ini bukan sekadar momen seremonial, melainkan kampanye global untuk menyelamatkan lima spesies badak yang masih tersisa di dunia dari ancaman kepunahan.

Inisiatif ini berawal pada tahun 2010 ketika organisasi World Wildlife Fund (WWF) Afrika Selatan mengumumkan rencana penetapan Hari Badak.

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas maraknya perburuan liar yang mengincar cula badak untuk diperdagangkan secara ilegal.

Setahun kemudian, pada 2011, kampanye ini berubah menjadi gerakan global setelah seorang aktivis konservasi bernama Lisa Jane Campbell menghubungi Chishakwe Ranch di Zimbabwe.

Kolaborasi tersebut berhasil menyatukan para aktivis, LSM, lembaga pemerintah, dan masyarakat internasional untuk menggaungkan perlindungan badak secara serentak setiap tanggal 22 September.

Fokus utama dari peringatan ini adalah meningkatkan kepedulian publik terhadap lima spesies badak dunia, yaitu Badak Hitam dan Badak Putih di Afrika, serta Badak India, Badak Jawa, dan Badak Sumatera di Asia.

Dua dari spesies tersebut, yakni Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), berstatus sangat terancam punah (critically endangered) dan menjadikannya prioritas utama dalam agenda konservasi di Indonesia.

Melalui peringatan tahunan ini, berbagai lembaga lingkungan global menekankan pentingnya penghentian perburuan liar, perlindungan habitat yang kian menyempit akibat alih fungsi lahan, serta penegakan hukum terhadap perdagangan cula ilegal.

Peringatan 22 September menjadi pengingat bahwa tanpa tindakan nyata dari seluruh lapisan masyarakat internasional, spesies purba ini berisiko hilang selamanya dari muka bumi.

KEYWORD :

Hari Badak Sedunia 22 September Peringatan Internasional Bulan September




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :