Senin, 21/09/2026 19:47 WIB

Trump Ancam Hancurkan Iran Jika Tidak Berperilaku Baik





Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dirinya sedang dalam

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Celal Gunes/AA/Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu menyatakan bahwa dirinya sedang dalam "mode pengambilan keputusan" terkait Iran dan menyebut "hal-hal yang sangat besar" akan segera terjadi.

Presiden AS itu mengatakan kepada koresponden Fox News, Trey Yingst, bahwa Iran "sebaiknya bersikap baik". Namun, di sisi lain ia juga menyatakan kemungkinannya untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Mengutip Yingst, Trump mengatakan pilihan yang tersedia di atas meja untuk Iran mencakup menghancurkan negara tersebut, membiarkan mereka hancur secara ekonomi, atau membuat kesepakatan.

Sang presiden menegaskan, "Pertanyaan saya adalah, apakah dan kapan saya meledakkan seluruh negara itu? Mereka sebaiknya bersikap baik."

Presiden Pezeshkian tengah menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York pekan ini. Saat ditanya mengenai kemungkinan pertemuan dengan mitranya dari Iran tersebut, Trump menjawab bahwa ia "mungkin akan terbuka" untuk mewujudkannya.

AS dan Iran saat ini terkunci dalam kebuntuan yang menegangkan, hampir tujuh bulan setelah Washington dan Israel melancarkan serangan terhadap Teheran.

Juru Bicara Garda Revolusi Iran pada Senin memperingatkan bahwa serangan baru apa pun akan mendorong Teheran untuk mengubah geografi perang dan kualitas senjata di kawasan tersebut.

Sementara itu, negosiator utama Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Minggu mengatakan bahwa Teheran telah menyampaikan persyaratannya kepada Washington melalui mediator untuk membuka kembali Selat Hormuz yang strategis. Menurut laporan AFP, Iran sebelumnya telah berupaya memblokade jalur tersebut sepanjang perang Timur Tengah berlangsung.

Pejabat militer AS pada Sabtu mencatat bahwa pengiriman minyak, gas, dan kargo dari Teluk yang melewati selat tersebut dalam dua pekan terakhir telah mencapai tingkat tertingginya selama enam bulan terakhir.

KEYWORD :

Donald Trump Presiden AS Iran AS Perang Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :