Selasa, 08/09/2026 10:46 WIB

Hari Aksara, Mendikdasmen Ajak Masyarakat Lebih Kritis Terima Informasi





Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti mengajak masyarakat lebih kritis dalam menerima dan memilah informasi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti (Foto: Humas Kemendikdasmen)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti mengajak masyarakat lebih kritis dalam menerima dan memilah informasi. Terutama, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI).

Hal ini disampaikan Menteri Mu`ti saat membuka peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) 2026 pada Selasa (8/9) secara daring. Menurut dia, literasi sebagai fondasi penting bagi kehidupan bangsa dan negara, kini tidak cukup hanya diterjemahkan sebagai kemampuan membaca dan menulis.

"Literasi hari ini memiliki makna makin luas, tidak lagi hanya kemampuan membaca dan menulis. Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi digital dan AI, masyarakat dituntut mampu memahami informasi secara kritis," kata Mendikdasmen.

"Literasi saat ini tentang cara membaca dunia, sosial dan ekonomi, dan berbuat untuk menjadikan dunia lebih baik lagi," Mendikdasmen menambahkan.

Tak hanya kritis, lanjut Mendikdasmen, peringatan HAI 2026 juga mesti menjadi momentum untuk membentuk karakter pembelajar sepanjang hayat, serta komitmen menggunakan pengetahuan untuk memperbaiki kehidupan dan lingkungan, sebagaimana tema Hari Aksara Internasional ke-60 ini yang bertajuk `Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera`.

Menteri Mu`ti menggarisbawahi bahwa tema ini membawa pesan mendalam. `Sesama` berarti tidak boleh lagi ada masyarakat yang tertinggal dalam hal kemampuan literasi. Pasalnya, menurut data UNESCO, 4 dari 10 siswa di dunia saat ini belum mencapai tingkat kemahiran minimum pada tingkat pendidikan dasar.

"Semesta berarti agar pengetahuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui iklim, konservasi, dan aksi berkelanjutan. Dan `Sejahtera` berarti setiap orang memiliki kecakapan hidup untuk mampu bekerja, berkarya, dan hidup lebih baik lagi," ujar dia.

Kendati demikian, upaya meningkatkan kemampuan literasi masyarakat tidak bisa berjalan secara parsial. Pemerintah pusat membutuhkan keterlibatan berbagai elemen bangsa, termasuk masyarakat, pemerintah daerah, taman bacaan masyarakat, komunitas literasi, dunia usaha, media, perguruan tinggi, dan seluruh pegiat pendidikan.

"Peringatan HAI 2026 ini sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan literasi melalui kegiatan nyata di daerah dan komunitas. Kegiatannya bisa sederhana, namun dirancang sedemikian rupa agar dekat dengan kebutuhan masyarakat," kata Mendikdasmen.

Senada, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menekankan bahwa selama 60 tahun perjalanan Hari Aksara Internasional, terus mendorong masyarakat supaya memiliki kemampuan membaca kehidupan.

Sebab, literasi merupakan fondasi melangkah lebih jauh agar lebih banyak manusia mampu membaca dunia, memahami zaman, dan menulis masa depannya sendiri.

"Hari ini kita harus bisa memilah mana yang salah dan benar, mengambil keputusan, dan belajar sepanjang hayat. Hari Aksara Internasional bukan hanya mengenang keberhasilan masa lalu, tapi bagaimana mendorong literasi harus menjadi bekal di masa depan," ujar Dirjen Tatang.

KEYWORD :

Hari Aksara Internasional HAI 2026 Kemampuan Literasi Mendikdasmen Abdul Mu`ti




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :