Kamis, 03/09/2026 18:21 WIB

Jannah Firdaus Raih Penghargaan PPIU of The Year 2026





 Salah satu keunggulan Jannah Firdaus adalah pengembangan ekosistem pelayanan Umrah dan Haji yang terintegrasi dari Indonesia hingga tanah suci.

CEO Jannah Firdaus Mr. Wael Ahmed (tengah) memegang penghargaan PPIU of The Year dari ajang Anugerah Perjalanan Suci Indonesia 2026 yang digelar pada Senin (31/8/2026). Foto: dok. jurnas

JAKARTA, Jurnas.com - Jannah Firdaus dinobatkan sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) of The Year untuk kategori kinerja operasional dalam ajang Anugerah Perjalanan Suci Indonesia 2026 yang digelar pada Senin (31/8/2026).

CEO Jannah Firdaus, Mr Wael Ahmed menyampaikan, pencapaian tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi amanah dan tanggung jawab untuk terus menjaga kepercayaan jamaah, meningkatkan standar pelayanan, memperkuat kualitas operasional, serta menghadirkan berbagai inovasi dalam penyelenggaraan perjalanan Umrah dan Haji.

“Alhamdulillah, tentunya kami sangat bersyukur dan merasa terhormat atas penghargaan ini. Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab yang lebih besar kepada seluruh jamaah dan masyarakat,” ujar Mr. Wael Ahmed melalui keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Ia menambahkan bahwa penghargaan tersebut juga dipersembahkan kepada seluruh tim Jannah Firdaus yang selama ini bekerja dan berkomitmen dalam memberikan pelayanan kepada jamaah.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh tim Jannah Firdaus serta para jamaah yang telah memberikan kepercayaan kepada kami. InsyaAllah, pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar semakin banyak masyarakat dapat menunaikan ibadah Umrah dan Haji dengan mudah, aman, nyaman, serta mendapatkan pelayanan terbaik sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air,” lanjutnya.

Wael Ahmed menegaskan, Jannah Firdaus tidak ingin berhenti pada pencapaian yang telah diraih. Perusahaan akan terus melakukan pengembangan dan inovasi untuk memperkuat ekosistem pelayanan, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi.

Menurutnya, visi utama Jannah Firdaus adalah menghadirkan perjalanan menuju Baitullah yang semakin mudah dan terjangkau bagi masyarakat.

Pengembangan tersebut mencakup proses pendaftaran dan transaksi, persiapan keberangkatan, layanan visa, akomodasi, transportasi, handling, pendampingan ibadah hingga pelayanan jamaah selama berada di Tanah Suci.

“Kami akan terus melakukan inovasi dan memperkuat ekosistem pelayanan Jannah Firdaus, mulai dari proses pendaftaran, persiapan keberangkatan, akomodasi, transportasi, visa, handling, hingga pelayanan jamaah selama berada di Tanah Suci,” jelas Wael Ahmed.

Menurutnya, salah satu keunggulan Jannah Firdaus adalah pengembangan ekosistem pelayanan Umrah dan Haji yang terintegrasi dari Indonesia hingga tanah suci.

Sistem tersebut memungkinkan perusahaan memperkuat kontrol terhadap kualitas pelayanan, efisiensi operasional, serta kenyamanan jamaah.

 

Infrastruktur Mandiri

Menurut Wael Ahmed, Jannah Firdaus memiliki infrastruktur pendukung di Arab Saudi, termasuk muassasah, layanan sebagai provider visa, serta jaringan akomodasi dan hotel di Makkah dan Madinah.

Keberadaan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam upaya perusahaan membangun pelayanan jamaah yang semakin terintegrasi selama berada di tanah suci.

Kepercayaan jamaah juga diperkuat melalui legalitas dan standar perusahaan. Jannah Firdaus memiliki izin resmi PPIU dan PIHK, Terakreditasi A, serta menerapkan standar ISO 9001:2015.

Sejak berdiri pada 2003, Jannah Firdaus terus berupaya menjaga konsistensi keberangkatan serta meningkatkan standar pelayanan kepada jamaah.

Pelayanan Jannah Firdaus didukung jaringan cabang dan tim handling di Makkah, Madinah, dan Jeddah, serta Tour Leader dan Muthowwif yang kompeten dan bersertifikat.

Keberadaan tim di Indonesia maupun Arab Saudi menjadi bagian penting dalam memastikan perjalanan jamaah dapat berlangsung secara terkoordinasi dan mendapatkan pendampingan selama menjalankan ibadah.

 

Layanan Modern dan Terintegrasi

Di sisi teknologi, Jannah Firdaus terus melakukan transformasi pelayanan dengan mengembangkan sistem pendaftaran dan transaksi online yang terintegrasi.

Digitalisasi tersebut bertujuan memberikan kemudahan kepada jamaah dalam memperoleh informasi, melakukan pendaftaran, mengakses kebutuhan perjalanan, serta menjalani proses administrasi secara lebih praktis dan efisien.

“Saya percaya salah satu kekuatan Jannah Firdaus adalah kami tidak hanya menjual paket perjalanan, tetapi terus membangun sebuah ekosistem pelayanan Umrah dan Haji yang terintegrasi dari Indonesia hingga Tanah Suci. Jadi, yang kami bangun bukan hanya perjalanan Umrah atau Haji, tetapi pelayanan menyeluruh yang dapat memberikan rasa aman, kemudahan, dan kenyamanan bagi jamaah,” kata Wael Ahmed.

Melalui kombinasi infrastruktur mandiri, legalitas yang kuat, tim profesional, serta pelayanan berbasis teknologi, Jannah Firdaus ingin menghadirkan perjalanan Umrah dan Haji yang semakin mudah, aman, nyaman, dan terjangkau.

Bukan sekadar memberangkatkan jamaah, Jannah Firdaus membangun ekosistem pelayanan dari Indonesia hingga Tanah Suci.

 

Hotel dan Pesawat Sendiri

Selain memperkuat sistem pelayanan yang telah berjalan, Jannah Firdaus juga memiliki rencana pengembangan jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi serta kenyamanan perjalanan jamaah.

Direktur Jannah Firdaus, Rahmat Syam, menjelaskan bahwa keberadaan hotel Jannah Firdaus di Makkah merupakan salah satu langkah perusahaan dalam membangun pelayanan yang lebih mandiri dan terintegrasi.

“Saat ini kami telah memiliki hotel sendiri di Makkah sebagai salah satu bentuk komitmen dalam meningkatkan pelayanan kepada jamaah. Dengan memiliki infrastruktur sendiri, kami berharap kualitas akomodasi dapat semakin terjaga dan pelayanan kepada jamaah menjadi semakin maksimal,” ujar Rahmat.

Ke depan, Jannah Firdaus juga memiliki visi yang lebih besar dalam pengembangan transportasi jamaah.

“InsyaAllah, ke depan kami juga memiliki visi untuk memiliki pesawat sendiri. Tentunya tujuan utama kami adalah memaksimalkan pelayanan, meningkatkan efisiensi perjalanan, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan paket Umrah dengan harga yang semakin terjangkau,” lanjutnya.

Visi tersebut menjadi bagian dari langkah jangka panjang perusahaan untuk membangun ekosistem perjalanan Umrah dan Haji yang semakin mandiri. Dengan pengelolaan berbagai komponen perjalanan secara lebih terintegrasi, efisiensi yang tercipta diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada jamaah.

 

Menjaga Kepercayaan Publik dan Media

Bagi Jannah Firdaus, memperoleh penghargaan bukan merupakan tujuan akhir. Tantangan yang lebih penting adalah bagaimana mempertahankan kepercayaan jamaah, masyarakat, mitra, dan media melalui kualitas pelayanan yang konsisten.

“Bagi kami, penghargaan bukanlah tujuan utama. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kami dapat mempertahankan kepercayaan jamaah dan masyarakat. Kepercayaan tidak bisa dibangun hanya melalui komunikasi atau penghargaan, tetapi harus dibuktikan melalui pelayanan yang konsisten,” jelas Wael Ahmed.

Untuk mempertahankan kepercayaan tersebut, Jannah Firdaus berkomitmen terus menjaga profesionalisme, transparansi, kualitas layanan, kepastian proses perjalanan, serta melakukan evaluasi secara berkelanjutan.

Perusahaan juga berupaya untuk terbuka terhadap berbagai masukan dari jamaah, mitra maupun media sebagai bagian dari proses penyempurnaan pelayanan.

“Kami ingin terus menjaga kualitas, transparansi dan profesionalisme, sekaligus mendengarkan kebutuhan jamaah. Apabila kami dapat menjaga kualitas dan terus memberikan manfaat nyata kepada jamaah, insyaAllah kepercayaan masyarakat akan semakin kuat. Penghargaan-penghargaan berikutnya bagi kami adalah bonus dari konsistensi pelayanan yang diberikan,” tambahnya.

 

Peluang Industri Umrah dan Haji

Wael Ahmad melihat prospek industri perjalanan umrah dan haji ke depan masih memiliki peluang yang besar, khususnya di Indonesia dengan tingginya minat masyarakat untuk beribadah ke tanah suci.

Namun di tengah peluang tersebut, kebutuhan dan ekspektasi jamaah juga terus berkembang. Masyarakat semakin selektif dalam menentukan penyelenggara perjalanan ibadah.

Selain mempertimbangkan harga, calon jamaah kini semakin memperhatikan aspek legalitas, rekam jejak perusahaan, kepastian keberangkatan, kualitas hotel, pelayanan selama di Arab Saudi, pendampingan ibadah hingga kemudahan teknologi.

Menurutnya, perkembangan industri ke depan akan semakin menuntut penyelenggara perjalanan Umrah dan Haji untuk memiliki fondasi yang kuat.

“Kami melihat masa depan industri ini berada pada perusahaan yang mampu membangun kepercayaan, infrastruktur, teknologi dan ekosistem pelayanan yang kuat. Karena itu Jannah Firdaus akan terus meningkatkan kapasitas operasional, memperkuat pelayanan dari Indonesia hingga Arab Saudi serta menghadirkan berbagai inovasi dan pilihan paket yang semakin kompetitif,” ujarnya.

Acara Anugerah Perjalanan Suci Indonesia 2026 dihadiri oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, bersama sejumlah tokoh strategis dari berbagai sektor. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Maria Goretti Limi dari tvOne selaku Direktur Business Marketing/Sales & Programming; Kemas Erwan Husainy, Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia (BSI); Epril Purwandi, General Manager Anara Airport Hotel; Nugroho, Direktur Utama Telkomsel; Faisal S. Alallah serta Mr. Reham Zarei, Director of East Asia & Australia Saudia Airlines; perwakilan pimpinan DPP BERSATHU; Wawan Suhada, Ketua Umum DPP AMPHURI; Amri Yusuf, Anggota Badan Pelaksana (Executive Board Member) BPKH; serta Yusron Hibrizie, Head Of Syariah PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.

KEYWORD :

Haji Umrah Wael Ahmed Penghargaan PPIU




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :