Pesawat AS mendarat di kapal induk USS Abraham Lincoln (Foto: Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - The New York Times pada Selasa (2/9) melaporkan bahwa serangan Iran telah mengacaukan rantai pasokan Angkatan Laut di Timur Tengah, sehingga membebani kapal induk, kapal perusak, dan kapal amfibi yang tetap disiagakan di kawasan tersebut untuk waktu yang tidak ditentukan.
Angkatan Laut AS hanya memiliki total 11 kapal induk, dan telah mengirimkan empat di antaranya ke Timur Tengah untuk perang tersebut, ungkap laporan itu.
Beberapa dari kapal induk yang tersisa sedang menjalani perbaikan yang memakan waktu lama di galangan kapal dan tidak akan dapat dikerahkan kembali selama beberapa tahun.
Laporan itu menyebutkan bahwa saat ini terdapat dua kapal induk dan 12 kapal perusak di Timur Tengah yang membantu memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Angkatan Laut AS memiliki sekitar 20 kapal di Timur Tengah, yang mengangkut sekitar 20.000 pelaut dan marinir.
"Tantangan logistiknya sangat besar," kata laporan itu.
Laporan-laporan terbaru mengenai penggantian USS Abraham Lincoln menyoroti tekanan luar biasa yang ditimbulkan oleh perang AS-Iran yang berkepanjangan terhadap kapal induk tersebut.
Iran Bombardir Pangkalan Udara Pangeran Hassan
Hingga akhir Agustus, USS Abraham Lincoln telah dikerahkan selama hampir sembilan bulan, termasuk periode operasi yang diperpanjang di Timur Tengah.
Laporan-laporan itu menyebutkan soal kelangkaan persediaan dasar, kontaminasi air, masalah perpipaan, kekhawatiran terkait keselamatan di dek kapal, gangguan pengiriman surat, serta memburuknya kesehatan mental di kalangan awak kapal.
Pengerahan USS Abraham Lincoln yang berlangsung jauh lebih lama dari biasanya itu sebagian didorong oleh kurangnya akses yang aman ke pusat-pusat logistik dan pelabuhan-pelabuhan di Timur Tengah setelah serangan dari Iran.
Kerusakan infrastruktur logistik Angkatan Laut AS di Bahrain saat awal perang pada 28 Februari telah membuat pengisian kembali persediaan dan pemeliharaan rutin menjadi lebih sulit.
Laporan NYT menambahkan bahwa pelabuhan-pelabuhan lain di kawasan tersebut yang dapat menampung kapal induk atau kapal pasokan juga berada dalam jangkauan rudal dan drone Iran, sehingga tidak dapat diakses. (Ant)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Iran AS Perang Iran Kapal Induk Angkatan Laut AS
























