Kamis, 03/09/2026 12:02 WIB

Dua Remaja Palestina Tewas Diserang Pemukim Israel





Dua remaja Palestina tewas dalam serangan yang dilancarkan oleh pemukim ilegal dan pasukan Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Anak-anak Palestina duduk di tepian tebing yang menghadap desa al-Mughayyir di Tepi Barat yang diduduki, tempat dua remaja Palestina tewas pada hari Rabu (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Dua remaja Palestina tewas dalam serangan yang dilancarkan oleh pemukim ilegal dan pasukan Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan otoritas setempat pada Rabu (2/9).

Insiden tragis tersebut terjadi dalam sebuah penggerebekan di desa al-Mughayyir, wilayah yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi sasaran serangan berulang oleh pemukim ilegal dan tentara Israel.

Kantor berita Palestina, Wafa, mengutip keterangan kepala dewan desa, mengidentifikasi korban tewas sebagai Mohammad Na’ssan dan Khalil Abu Aliya, yang keduanya berusia 19 tahun.

Ketika warga berusaha menghadapi para pemukim, tentara Israel melepaskan tembakan ke arah warga hingga melukai dua pemuda tersebut secara kritis, ujarnya. Keduanya kemudian meninggal dunia akibat luka-luka yang dialami.

Sumber-sumber dari desa tersebut mengungkapkan kepada Al Jazeera bahwa penembak jitu Israel telah mengambil posisi di atap-atap rumah warga di desa tersebut sebelum penembakan terjadi.

Sejak awal tahun 2026, sedikitnya 79 warga Palestina, termasuk 19 anak-anak, telah tewas di Tepi Barat yang diduduki oleh serangan pemukim maupun pasukan Israel, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Selain itu, sedikitnya 1.870 warga Palestina mengalami luka-luka.

Serangan pemukim di al-Mughayyer sebagian besar terfokus pada satu-satunya jalan akses desa, di mana kendaraan-kendaraan warga kerap menjadi sasaran, menurut laporan OCHA.

Dalam insiden terbaru pada 20 Agustus lalu, sebanyak 11 warga Palestina terluka dalam sebuah serangan.

Pada Selasa, pasukan Israel menembakkan gas air mata ke dalam sebuah masjid di Madama, menyebabkan para jamaah yang berkumpul kesulitan bernapas, berdasarkan rekaman video yang diverifikasi oleh Al Jazeera.

Beberapa jam sebelumnya, pemukim Israel mencoba membakar masjid lain di kota terdekat, Bazariya.

Meningkatnya kekerasan pemukim yang sering kali didukung oleh pasukan Israel telah memicu keresahan di antara sekutu-sekutu Israel.

Bulan lalu, pengepungan selama tiga minggu oleh pemukim terhadap sebuah rumah warga Palestina di Qusra, sebelah selatan Nablus, memicu teguran langka dari Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, yang dikenal sebagai pendukung kuat Israel dan permukiman Tepi Barat.

Sementara itu, Uni Eropa sedang mempertimbangkan larangan terhadap barang-barang yang diproduksi di permukiman ilegal.

Pada akhir Agustus, Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Timur Tengah, Dr. Ramiz Alakbarov, menyatakan bahwa serangan pemukim terus berlanjut tanpa "hampir tidak ada akuntabilitas".

Para ahli, termasuk Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina Francesca Albanese, kian menegaskan bahwa serangan-serangan tersebut memenuhi definisi pogrom, atau serangan terorganisir dan sering kali didukung negara terhadap kelompok minoritas.

KEYWORD :

Pemukim Israel Remaja Palestina Genosida Israel Serangan Israel




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :