Drone Israel menyerang sebuah tenda pengungsi di dekat Rumah Sakit Shuhadaa Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza tengah pada Senin (24/8) pagi waktu setempat (Foto: Anadolu)
Gaza, Jurnas.com - Dua warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam serangan Israel di Jalur Gaza pada Senin (24/8) pagi, meskipun perjanjian gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Dilansir Anadolu pada Selasa (25/8), salah satu korban bernama Mohammed Abdul Nasser Abu Asad, 27 tahun.
Ia tewas setelah drone Israel menyerang sebuah tenda pengungsi di dekat Rumah Sakit Shuhadaa Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza tengah.
Serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah warga terluka, termasuk satu orang yang dilaporkan dalam kondisi serius.
Korban lainnya meninggal akibat luka yang dideritanya setelah drone Israel menyerang tenda pengungsi di sebelah barat Khan Younis pada Minggu. Serangan tersebut sebelumnya menyebabkan tujuh warga Palestina terluka.
Selain serangan drone, saksi mata melaporkan tembakan dari kendaraan militer Israel ke arah rumah-rumah dan tenda pengungsi di wilayah selatan dan timur Khan Younis. Artileri Israel juga dilaporkan menggempur kawasan Abu Rashid, sebelah selatan Kamp Pengungsi Al-Maghazi.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan Israel telah melakukan 4.379 pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata sejak kesepakatan tersebut berlaku.
Menurut laporan tersebut, pelanggaran itu menyebabkan 1.286 warga Palestina tewas dan 4.257 lainnya terluka. Sebanyak 180 orang juga dilaporkan ditahan.
Kantor tersebut menyebut 813 jenazah telah ditemukan dari bawah reruntuhan, sementara lebih dari 8.000 orang masih dinyatakan hilang di bawah puing-puing.
Situasi kemanusiaan di Gaza juga masih menjadi perhatian. Dari sekitar 189.000 truk bantuan yang seharusnya masuk ke Gaza, baru 66.607 truk yang dilaporkan telah memasuki wilayah tersebut atau sekitar 35 persen.
Bantuan yang masuk mencakup kebutuhan makanan, obat-obatan, perlengkapan medis, bahan tempat tinggal, hingga rumah prefabrikasi. Namun, pemerintah Gaza menuding Israel masih menghambat masuknya bantuan sesuai dengan jumlah yang disepakati.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyerukan agar Israel menghentikan serangan di Gaza. Dalam wawancara dengan Fox News pada 17 Agustus, Trump mengatakan Israel seharusnya tidak melakukan serangan di Gaza setelah Hamas menyetujui rencana untuk mengakhiri perang.
Kantor Media Pemerintah Gaza kemudian menyerukan kepada mediator Mesir, Qatar, dan Turkiye serta para penjamin kesepakatan agar menekan Israel untuk menjalankan seluruh ketentuan gencatan senjata dan menghentikan pelanggaran.
Sumber: Anadolu
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warga Palestina Serangan Israel Gencatan Senjata Jalur Gaza

























