Ilustrasi - ini sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW (Foto: Inewsid)
Jakarta, Jurnas.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momentum paling bermakna bagi umat Islam di seluruh dunia.
Di balik peringatan tahunan setiap tanggal 12 Rabiul Awal tersebut, tersimpan sejarah panjang mengenai kelahiran sosok penutup para nabi yang membawa perubahan besar bagi peradaban manusia.
Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Makkah dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahb.
Mayoritas sejarawan dan ulama mencatat bahwa beliau dilahirkan pada hari Senin, 12 Rabiul Awal, yang bertepatan dengan tahun 571 Masehi.
Kelahiran Nabi Muhammad SAW diwarnai oleh dua latar belakang bersejarah yang sangat menyentuh dan fenomenal dalam tradisi Islam:
Dilahirkan dalam Keadaan Yatim, ayah beliau, Abdullah, wafat saat Muhammad kecil masih berada dalam kandungan sang ibu.
Setelah lahir, bayi Muhammad sempat disusukan dan dibesarkan di lingkungan pedesaan oleh Halimah As-Sa`diyah sesuai tradisi masyarakat Arab kala itu.
Ini Panduan Menjawab Azan dan Doa Setelahnya
Peristiwa Tahun Gajah (`Am al-Fil), tahun kelahiran beliau dinamakan Tahun Gajah karena bertepatan dengan peristiwa penyerangan Kota Makkah oleh pasukan tentara bergajah asal Yaman yang dipimpin oleh Raja Abrahah.
Abrahah berambisi menghancurkan Ka`bah, namun rencananya digagalkan oleh pertolongan Allah SWT melalui kawanan burung Ababil yang menjatuhkan batu-batu dari neraka, sebagaimana diabadikan dalam Surah Al-Fil.
Diriwayatkan dalam berbagai kitab sirah nabawiyah, kelahiran Nabi Muhammad SAW diiringi oleh sejumlah fenomena alam yang luar biasa (irhasat), seperti runtuhnya istana Raja Persia (Raja Kisra) dan padamnya api sembahan kaum Majusi yang telah menyala selama ribuan tahun.
Peristiwa-peristiwa ini diyakini sebagai isyarat kerasulan dan runtuhnya zaman kegelapan (Jahiliyah) di jazirah Arab.
Setelah kakeknya, Abdul Muthalib, memberinya nama Muhammad, sebuah nama yang berarti `orang yang terpuji` dan belum pernah digunakan oleh masyarakat Arab saat itu, beliau tumbuh di bawah pengasuhan kakek dan kemudian pamannya, Abu Thalib.
Sejak belia, sifat jujur dan terpercayanya (Al-Amin) telah tampak hingga akhirnya diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun.
Kisah sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan sekadar catatan penanggalan kuno, melainkan refleksi atas hadirnya rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil `alamin).
Peringatan Maulid Nabi yang terus dirayakan hingga kini bertujuannya agar umat Islam senantiasa meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah, seperti Siddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan kebaikan), dan Fathonah (cerdas) dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Sejarah Islam Nabi Muhammad Kelahiran Rasulullah Rabiul Awal

















