Warga Badui Palestina mengungsi dari rumah mereka, seiring meningkatnya kekerasan pemukim, di dekat Jericho di Tepi Barat yang diduduki Israel, 4 Juli 2025 (Foto: REUTERS)
Jakarta, Jurnas.com - Kelompok pemukim bersenjata Israel membakar sebuah rumah warga Palestina di Khalat al-Farra, sebelah selatan Hebron, wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Media Palestina melaporkan bahwa para pemukim ilegal dari permukiman Otniel yang berada di dekat lokasi terlibat langsung dalam serangan pembakaran tersebut.
"Lima pemukim bersenjata dan bertopeng menyerang rumah kami pada dini hari" ketika anggota keluarga tengah tertidur pulas, ujar Mohamad al-Nawajaa, pemilik rumah tersebut, kepada kantor berita Palestina, Wafa. "Salah satu pemukim memecahkan jendela lalu melemparkan bahan mudah terbakar ke dalam rumah."
Sementara itu, aksi pengepungan oleh pemukim Israel terhadap kediaman warga Palestina di Qusra, selatan Nablus, kini memasuki hari ke-12. Militer Israel dilaporkan terus memberikan pengawalan dan perlindungan bagi para pemukim tersebut.
Ketua Dewan Desa Qusra, Abduladheem Wadi, mengonfirmasi bahwa tiga rumah warga masih berada dalam kondisi terkepung penuh sehingga penghuninya tidak dapat keluar maupun masuk. Salah satu rumah bahkan dialihfungsikan oleh tentara Israel sebagai pos militer.
Wadi menambahkan bahwa keluarga-keluarga yang terkepung kini mulai mengalami krisis dan kelangkaan pasokan bahan makanan serta obat-obatan, demikian dilaporkan Wafa.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pemukim Israel Genosida Palestina Pembakaran Rumah

























