Kamis, 13/08/2026 11:19 WIB

Puncak Hujan Meteor Perseid, Langit Malam Dihiasi Puluhan Bintang Jatuh





Hujan meteor Perseid mencapai puncaknya pada malam 12 hingga dini hari 13 Agustus 2026, dengan langit gelap akibat fase Bulan baru jadi kondisi yang mendukung

Hujan meteor Perseid mencapai puncaknya pada malam 12 hingga dini hari 13 Agustus 2026 (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Hujan meteor Perseid mencapai puncaknya pada malam 12 hingga dini hari 13 Agustus 2026, dengan langit gelap akibat fase Bulan baru menjadi kondisi yang mendukung pengamatan. Fenomena tahunan ini dapat disaksikan di berbagai wilayah Turki dan belahan Bumi utara.

Perseid terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu dan serpihan yang ditinggalkan Komet Swift-Tuttle. Partikel-partikel kecil tersebut memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi dan terbakar, menghasilkan garis cahaya terang yang dari Bumi tampak seperti bintang jatuh.

Di Turki, waktu pengamatan terbaik diperkirakan berlangsung mulai sekitar pukul 02.00 hingga matahari terbit pada Kamis, 13 Agustus. Pengamat tidak membutuhkan teleskop maupun peralatan khusus untuk menikmati fenomena tersebut.

Lokasi dengan langit gelap dan jauh dari cahaya kota menjadi pilihan terbaik. Pandangan yang luas dan minim penghalang juga membantu pengamat melihat lebih banyak meteor yang melintas.

Dalam kondisi ideal, sekitar 100 meteor per jam dapat terlihat saat puncak Perseid. Namun, jumlah yang benar-benar tampak bergantung pada cuaca, polusi cahaya, kejernihan langit, dan kondisi lokasi pengamatan.

Salah satu keuntungan pengamatan Perseid tahun ini adalah puncaknya bertepatan dengan fase Bulan baru. Minimnya cahaya Bulan membuat langit malam lebih gelap sehingga meteor yang redup memiliki peluang lebih besar untuk terlihat.

Perseid sebenarnya tidak hanya muncul pada satu malam. Hujan meteor ini tetap aktif hingga akhir Agustus, tetapi malam 12-13 Agustus menjadi periode utama pengamatan pada 2026.

Antusiasme terhadap fenomena tersebut terlihat di Turki melalui penyelenggaraan Sky Observation Event ke-28 oleh Scientific and Technological Research Council of Türkiye (TÜBİTAK).

Kegiatan tersebut berlangsung di Danau Emre, Provinsi Afyonkarahisar, pada 12-15 Agustus. Ratusan pengunjung berkumpul untuk mengikuti sesi pengamatan menggunakan teleskop bersama para ahli serta mengamati hujan meteor Perseid.

Puncak hujan meteor Perseid tahun ini juga bertepatan dengan salah satu fenomena astronomi besar pada 12 Agustus, yakni gerhana Matahari total.

Gerhana tersebut berlangsung pada siang hari di jalur totalitas yang melintasi wilayah tertentu dari kawasan dekat Kutub Utara, Greenland, Islandia hingga Spanyol bagian utara.

Pada malam harinya, langit kembali menghadirkan pertunjukan berbeda melalui hujan meteor Perseid. Kedua fenomena yang berlangsung berdekatan ini menjadikan 12-13 Agustus 2026 sebagai periode yang menarik bagi pengamat langit di wilayah yang dapat menyaksikannya. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Fenomena Langit Agustus 2026 Hujan Meteor Perseid Bintang Jatuh




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :