Foto: Gerhana Matahari total pada 12 Agustus 2026 menghadirkan pemandangan langit spektakuler di Spanyol (Dok. NASA via Live Science)
Jakarta, Jurnas.com - Gerhana Matahari total pada 12 Agustus 2026 menghadirkan pemandangan langit spektakuler di Spanyol. Dalam foto yang diambil ilmuwan NASA, Bulan tampak menutupi seluruh permukaan Matahari yang terlihat, sementara korona Matahari memancar mengelilingi siluet Bulan.
Foto tersebut diambil pada Rabu, 12 Agustus 2026, saat NASA melakukan siaran khusus pengamatan gerhana dari Spanyol. Fase totalitas berlangsung sekitar 90 detik dan membuat langit siang berubah seperti senja.
Foto tersebut memperlihatkan salah satu momen paling khas dalam gerhana Matahari total. Ketika piringan Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan, bagian terluar atmosfer Matahari yang biasanya sulit terlihat menjadi tampak mengelilingi siluet Bulan.
Cahaya putih kekuningan yang membentuk lingkaran samar di sekitar Bulan merupakan korona Matahari. Struktur ini merupakan atmosfer terluar Matahari dan menjadi salah satu objek penting yang dapat diamati ketika cahaya terang dari permukaan Matahari terhalang.
Detail lain yang mencuri perhatian adalah tonjolan berwarna merah muda di sisi kiri siluet Bulan. Struktur tersebut merupakan prominensa Matahari atau yang sering disebut sebagai lidah api Matahari, yakni plasma yang berada di atas permukaan Matahari dan ditahan oleh medan magnet.
Dalam foto, prominensa tampak seperti semburat merah muda yang muncul dari balik tepian Bulan. Kemunculannya memberikan kontras yang sangat jelas dengan siluet Bulan yang gelap dan cahaya korona di sekelilingnya.
Gerhana Matahari total terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam posisi yang memungkinkan Bulan menutupi seluruh piringan Matahari dari sudut pandang pengamat di wilayah tertentu di Bumi.
Pada gerhana 12 Agustus 2026, jalur totalitas membentang melalui kawasan dari dekat Kutub Utara menuju Greenland, Islandia bagian barat hingga Spanyol bagian utara. Di luar jalur tersebut, pengamat hanya dapat menyaksikan gerhana sebagian cakupan hingga sekitar 90 persen.
Sementara itu, wilayah timur laut Amerika Serikat dan Kanada hanya mengalami gerhana sebagian dengan cakupan sekitar 10 hingga 25 persen.
Foto ini secara khusus menangkap fase totalitas, saat permukaan terang Matahari tidak lagi terlihat dan hanya bagian atmosfer luarnya yang tampak mengelilingi Bulan. Kondisi inilah yang membuat korona dan prominensa dapat terlihat begitu menonjol dalam satu bidang gambar.
Bagi pengamat di luar jalur totalitas, perlindungan mata tetap diperlukan selama seluruh fase gerhana sebagian. Totalitas merupakan fase ketika piringan Matahari sepenuhnya tertutup Bulan.
Bagi pengamat di Indonesia, fenomena tersebut tidak terlihat secara langsung karena jalur totalitas tidak melintasi wilayah Indonesia. Namun, foto seperti ini memberikan gambaran mengenai bagaimana gerhana Matahari total terlihat dari wilayah yang berada di jalur bayangan Bulan.
Pertunjukan langit belum berhenti setelah gerhana. Malam setelah fenomena tersebut bertepatan dengan puncak hujan meteor Perseid.
Fase Bulan baru yang menyertai gerhana membuat langit menjadi sangat gelap. Kondisi tersebut berpotensi membantu pengamatan meteor, dengan NASA memperkirakan hingga sekitar 75 meteor per jam dapat terlihat dalam kondisi pengamatan yang mendukung.
Fenomena langit berikutnya juga tidak perlu menunggu lama. Pada 27–28 Agustus 2026, gerhana Bulan sebagian yang cukup dalam akan terlihat di sebagian besar wilayah Amerika Utara dan Amerika Selatan.
Bulan akan masuk hampir sepenuhnya ke dalam bayangan Bumi sehingga permukaannya berpotensi terlihat dengan semburat kemerahan.
Sementara itu, gerhana Matahari total berikutnya yang menjadi perhatian besar akan berlangsung pada 2 Agustus 2027. Fenomena tersebut akan terlihat dari Spanyol bagian selatan hingga Afrika bagian utara dan disebut sebagai gerhana Matahari total terlama pada abad ini. (*)
Sumber: Live Science
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Korona Matahari Prominensa Merah Muda Lidah Api


























