Minggu, 02/08/2026 18:04 WIB

BGN: TEP 2026 Jadi Mitra Strategis Sukseskan Program MBG di Wilayah 3T





Badan Gizi Nasional (BGN) memandang Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 sebagai mitra strategis dalam mendukung implementasi Program Makan MBG di wilayah 3 T

Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN, Sitti Aida Adha Taridala, saat memberi pembekalan kepada peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026, di Bogor (Foto: Kementrans)

Bogor, Jurnas.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memandang Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 sebagai mitra strategis dalam mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan para peserta TEP, program tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas gizi sekaligus pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Penilaian tersebut disampaikan Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN, Sitti Aida Adha Taridala, saat memberi pembekalan kepada peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026, di Bogor, beberapa waktu hari yang lalu.

"Saya tahu informasi bahwa ada sekitar 1.200 peserta yang akan bekerja di Papua. Ini memang sejalan dengan fokus pemerintah dalam RPJMN untuk daerah-daerah tertinggal," ujar Sitti Aida dalam siaran pers Kementrans, Sabtu (1/8/2026).

"Program ini sangat tepat menempatkan para peserta Tim Ekspedisi Patriot di Papua, sebagaimana Badan Gizi Nasional juga memprioritaskan intervensi di daerah dengan prevalensi stunting dan masalah gizi yang masih tinggi," ujar Sitti Aida lagi.

Menurut dia, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dicapai oleh satu institusi saja. Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta para peserta Tim Ekspedisi Patriot menjadi faktor penting agar program dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Program Makan Bergizi Gratis tidak mungkin terlaksana tanpa kolaborasi, sinergitas, dan kerja sama yang baik dengan kementerian lembaga lainnya, dengan pemerintah daerah, dan stakeholder lain," ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat, tetapi juga mendukung pendidikan, menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta menggerakkan ekonomi lokal.

Lebih lanjut, Sitti Aida mengatakan implementasi Program Makan Bergizi Gratis juga membuka ruang kolaborasi bagi kalangan akademisi dan peserta Tim Ekspedisi Patriot melalui penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, seluruh tahapan program, mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan pangan lokal, distribusi, hingga evaluasi, dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus kontribusi nyata bagi penyempurnaan kebijakan.

"Dari awal sampai akhir di sana, dari satu sampai tujuh merupakan bahan kajian, bahan penelitian, bahan untuk kita pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang keahlian kita masing-masing. Badan Gizi Nasional terus menunggu masukan-masukan untuk menjadi bahan perbaikan implementasi program," kata Sitti Aida.

Sebagai bentuk penguatan kolaborasi di lapangan, Badan Gizi Nasional juga telah membangun jaringan pelaksana melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah, termasuk wilayah 3T.

Keberadaan SPPG diharapkan menjadi mitra koordinasi bagi Tim Ekspedisi Patriot selama menjalankan pengabdian di daerah, sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Melalui sinergi tersebut, Tim Ekspedisi Patriot diharapkan tidak hanya menjadi agen pembangunan di kawasan transmigrasi dan wilayah 3T, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah dalam mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing melalui pemenuhan gizi yang berkualitas. 

KEYWORD :

Badan Gizi Nasional Tim Ekspedisi Patriot Program MBG Wilayah 3T




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :