Kamis, 17/09/2026 01:21 WIB

Hari Manta Sedunia Setiap 17 September, Ini Sejarah hingga Maknanya





Setiap tanggal 17 September, komunitas konservasi laut global memperingati Hari Manta Sedunia (World Manta Day).

Ilustrasi - Hari Manta Sedunia setiap 17 September (Foto: World Manta Day)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 17 September, komunitas konservasi laut global memperingati Hari Manta Sedunia (World Manta Day).

Peringatan ini hadir bukan sekadar untuk mengagumi keindahan spesies pari raksasa tersebut, melainkan sebagai seruan darurat global atas tingginya ancaman kepunahan yang membayangi keberadaan mereka di lautan.

Gagasan memperingati Hari Manta Sedunia pertama kali dicetuskan oleh Manta Trust, sebuah organisasi nirlaba berbasis di Inggris yang memelopori penelitian dan konservasi pari manta di seluruh dunia.

Momentum ini dirayakan pertama kali pada 17 September 2020 sebagai respon atas keterdesakan habitat dan penurunan populasi pari manta yang kian mengkhawatirkan.

Pemilihan tanggal 17 September menjadi simbol konsolidasi bagi ratusan lembaga konservasi, peneliti, serta pencinta laut di berbagai negara untuk secara serentak menyuarakan perlindungan spesies elasmobranch (kelompok ikan berkerangka tulang rawan) ini.

Pari manta—baik jenis manta karang (Mobula alfredi) maupun manta samudera (Mobula birostris)—menghadapi berbagai tekanan berat di alam liar yang menjadi alasan utama diperingatinya hari ini:

Ancaman Perburuan dan Perdagangan Ilegal: Pari manta sering kali menjadi target penangkapan komersial untuk diambil insangnya (gill rakers). Bagian tubuh ini diperjualbelikan secara ilegal di pasar internasional karena dipercaya memiliki khasiat obat tradisional, meskipun klaim tersebut tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat.

Tingkat Perkembangbiakan yang Sangat Lambat: Pari manta adalah hewan yang lambat dalam berproduksi. Manta betina butuh waktu bertahun-tahun untuk mencapai usia matang secara seksual dan umumnya hanya melahirkan satu anakan setiap dua hingga tiga tahun sekali. Sifat biologis ini membuat populasi mereka sangat rentan punah jika tingkat eksploitasi melebihi kemampuan regenerasi alami.

Tangkapan Sampingan (Bycatch) dan Sampah Laut: Selain perburuan sengaja, pari manta sering tersangkut jaring serta rawai nelayan (bycatch), atau terjerat limbah jaring hantu (ghost nets) dan sampah plastik yang memenuhi lautan.

Kerusakan Habitat dan Perubahan Iklim: Degradasi terumbu karang dan kenaikan suhu laut mengganggu ketersediaan plankton—makanan utama pari manta—yang pada akhirnya mengancam pola migrasi dan kelangsungan hidup mereka.

Hari Manta Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik, mendorong regulasi perlindungan hukum yang lebih ketat dari pemerintah di berbagai negara, serta mempromosikan pariwisata bahari berbasis konservasi yang ramah lingkungan.

Melalui momentum ini, negara-negara pemilik habitat penting pari manta, termasuk Indonesia yang telah menetapkan perlindungan penuh bagi spesies ini melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan—diajak untuk terus memperkuat pengawasan kawasan konservasi perairan demi menjaga sang raksasa laut yang anggun ini tetap lestari.

KEYWORD :

Hari Manta Sedunia 17 September Peringatan Internasional Bulan September




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :