Ilustrasi - ibu yang sedang berdoa untuk kesembuhan penyakit anaknya (Foto: AI)
Jakarta, Jurnas.com - Mengalami penurunan kondisi fisik atau jatuh sakit merupakan sunnatullah yang pasti akan dialami oleh setiap manusia.
Namun, dalam sudut pandang Islam, sebuah penyakit tidak sekadar dipandang sebagai ujian fisik semata, melainkan juga menjadi momentum spiritual yang berharga sebagai sarana penggugur dosa-dosa bagi seorang mukmin.
Di balik setiap rasa sakit yang menyapa, tersimpan pesan penuh optimisme bahwa Allah SWT selalu menyediakan jalan kesembuhan.
5 Sahabat Rasullah Terkaya dan Paling Dermawan
Keyakinan tauhid yang kokoh ini diabadikan secara indah di dalam Al-Qur`an melalui lisan Nabi Ibrahim AS:
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.” (QS. Asy-Syu`ara: 80)
Ayat tersebut menanamkan fondasi keimanan yang kuat bahwa penentu mutlak kesembuhan sejati hanyalah Allah SWT, sementara ikhtiar medis adalah wasilahnya.
Sebagai bentuk ikhtiar batiniah, Rasulullah SAW telah membekali umatnya dengan untaian doa khusus ketika kesehatan tubuh mulai terganggu.
Salah satu doa yang paling populer dan memiliki riwayat yang kuat (shahih) dari Imam Bukhari dan Imam Muslim adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
“Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.” (HR. Bukhari & Muslim)
Melalui doa agung ini, seorang hamba diajak untuk berserah diri secara total (tawakal) dan menepis segala keraguan atas kemahakuasaan Allah SWT dalam mengangkat penyakit.
Selain doa di atas, Nabi SAW juga mengajarkan metode pengobatan mandiri (ruqyah syar`iyyah) dengan cara meletakkan tangan pada area tubuh yang terasa nyeri atau sakit. Langkah pertamanya adalah membaca basmalah sebanyak tiga kali:
بِسْمِ اللَّهِ
“Dengan menyebut nama Allah.” (Dibaca 3 kali)
Setelah itu, amalan dilanjutkan dengan melafalkan doa memohon perlindungan dari dampak buruk penyakit sebanyak tujuh kali:
أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
“Aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari keburukan apa yang aku rasakan dan aku khawatirkan.” (HR. Muslim - Dibaca 7 kali)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Orang Sakit Bacaan Doa Rasulullah SAW




















