Minggu, 21/06/2026 02:38 WIB

Mengapa Tidur Tengkurap Tidak Dianjurkan dalam Islam?





Tidur merupakan kebutuhan penting bagi manusia untuk memulihkan energi dan menjaga kesehatan tubuh.

Ilustrasi - tidur malam hari (Foto: AI)

Jakarta, Jurnas.com - Tidur merupakan kebutuhan penting bagi manusia untuk memulihkan energi dan menjaga kesehatan tubuh.

Dalam Islam, tidur juga dipandang sebagai nikmat yang diberikan Allah SWT agar manusia dapat beristirahat setelah menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari.

Al-Qur`an menjelaskan fungsi tidur dan malam sebagai sarana istirahat bagi manusia. Allah SWT berfirman:

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا

"Dan Kami jadikan tidurmu untuk beristirahat, dan Kami jadikan malam sebagai pakaian (penutup)." (QS. An-Naba: 9-10)

Selain mengatur waktu istirahat, Islam juga memberikan tuntunan mengenai adab dan posisi tidur. Salah satu posisi yang tidak dianjurkan adalah tidur tengkurap.

Larangan tersebut didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud. Dalam hadis tersebut, Nabi menegur seorang sahabat yang sedang tidur tengkurap seraya bersabda:

إِنَّهَا ضِجْعَةٌ يُبْغِضُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

"Sesungguhnya posisi tidur seperti ini adalah posisi tidur yang dibenci oleh Allah Azza wa Jalla." (HR. Abu Dawud)

Para ulama menjelaskan bahwa hadis ini menjadi dasar anjuran bagi umat Islam untuk menghindari kebiasaan tidur tengkurap dan memilih posisi yang lebih baik sesuai sunnah.

Menariknya, sejumlah penelitian medis modern juga menunjukkan bahwa tidur tengkurap dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan.

Posisi ini membuat leher harus menoleh ke satu sisi dalam waktu lama sehingga berpotensi menyebabkan nyeri leher, kekakuan otot, hingga gangguan pada tulang belakang.

Selain itu, tidur tengkurap dapat memberikan tekanan pada dada dan perut yang berisiko mengganggu kenyamanan pernapasan selama tidur.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas istirahat seseorang.

Bagi bayi, posisi tidur tengkurap bahkan tidak disarankan oleh banyak lembaga kesehatan karena dikaitkan dengan peningkatan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak.

Sebagai alternatif, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk tidur dengan posisi miring ke kanan. Posisi ini tidak hanya termasuk sunnah, tetapi juga dinilai lebih nyaman dan membantu menjaga postur tubuh tetap alami selama beristirahat.

Dengan demikian, anjuran menghindari tidur tengkurap bukan hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga sejalan dengan berbagai temuan kesehatan modern.

Menjalankan sunnah dalam hal-hal sederhana seperti posisi tidur dapat menjadi salah satu cara menjaga kesehatan sekaligus mengikuti teladan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

KEYWORD :

Info Keislaman Tidur Tengkurap Hadis Nabi Muhammad Ajaran Islam




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :