Sabtu, 20/06/2026 00:23 WIB

Cara Mengatasi Jenuh Belajar Menurut Hadis Nabi Muhammad





Menuntut ilmu bukanlah jalan tol yang mulus, menuntut pengorbanan, kerendahan hati, dan ketahanan mental yang luar biasa.

Ilustrasi - ini yang diajarkan oleh Rasulullah soal menuntut ilmu butuh pada kesabaran (Foto: Pexels/Pok Rie)

Jakarta, Jurnas.com - Di era digital saat ini, akses terhadap informasi terasa begitu instan.

Namun, kecepatan teknologi sering kali membuat manusia melupakan satu esensi penting dalam memperoleh ilmu, yaitu proses dan kesabaran.

Menuntut ilmu bukanlah jalan tol yang mulus, menuntut pengorbanan, kerendahan hati, dan ketahanan mental yang luar biasa.

Terkait hal ini, sebuah pesan bijak dari Nabi Muhammad SAW menjadi tamparan keras sekaligus motivator bagi siapa saja yang tengah berjuang di jalan pendidikan.

Beliau bersabda:

مَنْ لَمْ يَصْبِرْ عَلَى ذُلِّ التَّعَلُّمِ سَاعَةً بَقِيَ فِي ذُلِّ الْجَهْلِ أَبَداً

“Barangsiapa tidak sabar menanggung ‘hina’nya belajar sesaat, maka ia akan tetap dalam kehinaan kebodohan selamanya.” (Bihar al-Anwar, Jilid 1, hlm. 177)

Kata hina (ذُلّ) dalam hadis ini tidak merujuk pada rendahnya derajat seorang manusia, melainkan pada proses menundukkan ego. Ketika seseorang belajar, ia harus memposisikan dirinya sebagai pihak yang tidak tahu.

Nabi Muhammad SAW memberikan perbandingan yang sangat kontras. Jika seseorang menolak untuk bersabar menghadapi beratnya proses belajar yang hanya sebentar, maka konsekuensi yang harus dibayar sangatlah mahal: kehinaan kebodohan yang abadi.

Kebodohan adalah belenggu yang nyata. Orang yang enggan belajar akan terus hidup dalam ketidaktahuan, mudah dimanipulasi, dan kehilangan kesempatan untuk mengangkat derajat hidupnya maupun memberikan manfaat bagi orang lain di dunia dan akhirat.

 

KEYWORD :

Info Keislaman Nabi Muhammad Menuntut Ilmu Belajar Sabar




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :