Ilustrasi - lafadz Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Allan Feitor)
Jakarta, Jurnas.com - Dalam ajaran Islam, seorang mukmin tidak hanya dituntut untuk mempersiapkan kehidupan akhirat, tetapi juga menjalani kehidupan dunia dengan penuh kebijaksanaan.
Keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat menjadi salah satu nilai penting yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Hal tersebut tercermin dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dalam kitab Bihar al-Anwar.
5 Sahabat Rasullah Terkaya dan Paling Dermawan
Nabi Muhammad SAW bersabda:
الْمُؤْمِنُ إِنْ سَلَكَ مَعَ أَهْلِ الدُّنْيَا كَانَ أَكْيَسَهُمْ
وَ إِنْ سَلَكَ مَعَ أَهْلِ الْآخِرَةِ كَانَ أَوْرَعَهُمْ
"Seorang mukmin, bila bergaul dengan ahli dunia, ia adalah yang paling cerdas di antara mereka. Dan bila bergaul dengan ahli akhirat, ia adalah yang paling bertakwa di antara mereka." (Bihar al-Anwar, Jilid 64, hlm. 311)
Hadis tersebut memberikan gambaran mengenai karakter ideal seorang mukmin. Ia tidak terjebak dalam dikotomi antara dunia dan akhirat, melainkan mampu menempatkan diri secara tepat dalam berbagai lingkungan kehidupan.
Bagian pertama hadis menegaskan bahwa seorang mukmin hendaknya menjadi pribadi yang cerdas ketika berinteraksi dengan urusan dunia.
Kecerdasan yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan ilmu pengetahuan atau kemampuan berpikir, tetapi juga mencakup kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, bekerja, berusaha, dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Dalam konteks modern, seorang mukmin dituntut untuk memiliki kompetensi, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Islam tidak mengajarkan umatnya untuk menjauhi dunia, melainkan memanfaatkannya sebagai sarana untuk meraih kebaikan yang lebih luas.
Karena itu, keberhasilan dalam pendidikan, pekerjaan, bisnis, maupun pengabdian sosial dapat menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai keimanan ketika dijalankan secara jujur dan bertanggung jawab.
Sementara itu, bagian kedua hadis menekankan bahwa ketika berada di lingkungan orang-orang yang berorientasi pada akhirat, seorang mukmin seharusnya menjadi pribadi yang paling berhati-hati dalam menjaga ketakwaan.
Ketakwaan tercermin melalui ketaatan kepada Allah, kejujuran, kerendahan hati, serta kemampuan mengendalikan diri dari perbuatan yang dilarang.
Seorang mukmin tidak hanya mengejar prestasi duniawi, tetapi juga senantiasa memperhatikan kualitas ibadah dan akhlaknya.
Dengan kata lain, kecerdasan yang dimiliki tidak membuatnya lalai terhadap tanggung jawab spiritual. Sebaliknya, ilmu dan keberhasilan yang diperoleh justru semakin mendekatkannya kepada Allah.
Pesan utama hadis ini adalah pentingnya keseimbangan. Seorang mukmin ideal bukan hanya unggul dalam ibadah tetapi lemah dalam urusan dunia, ataupun sebaliknya.
Ia mampu menjadi pribadi yang produktif, cerdas, dan berdaya saing, sekaligus memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai ketakwaan.
Di tengah kehidupan modern yang penuh tantangan, pesan Rasulullah saw. ini tetap relevan. Kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian materi, tetapi juga dari kualitas iman dan akhlak yang menyertai setiap langkah kehidupan.
Refleksi bagi Kehidupan Sehari-hari
Hadis ini mengajarkan bahwa seorang mukmin harus mampu memberikan yang terbaik dalam setiap lingkungan yang ia masuki. Ketika berada di tengah masyarakat yang berorientasi pada dunia, ia tampil sebagai pribadi yang cerdas dan solutif. Ketika berada di lingkungan yang menekankan nilai-nilai agama, ia menunjukkan ketakwaan dan akhlak yang mulia.
Dengan demikian, keimanan tidak menjadi penghalang untuk meraih kesuksesan dunia, dan kesuksesan dunia tidak menjadi alasan untuk melupakan akhirat. Keduanya berjalan beriringan sebagai bagian dari jalan hidup seorang mukmin.
Pada akhirnya, hadis ini mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan seorang Muslim bukan hanya pada apa yang berhasil diraih di dunia, tetapi juga pada seberapa besar ketakwaan yang berhasil dijaga hingga akhir hayat.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Nabi Muhammad Orang Mukmin Bertakwa dan Cerdas

















