Sabtu, 23/05/2026 22:50 WIB

Mengapa Ada Hari Saudara Laki-Laki Setiap 24 Mei? Ini Maknanya





Tanggal 24 Mei 2026 kembali diperingati sebagai Hari Saudara Laki-Laki Sedunia atau International Brothers Day.

Ilustrasi - ini makna dari peringatan Hari Saudara Laki-laki Sedunia setiap 24 Mei (Foto: Brooke Cagle/Unsplash)

Jakarta, Jurnas.com - Di tengah hiruk-pikuk tren media sosial global akhir pekan ini, tanggal 24 Mei 2026 kembali diperingati sebagai Hari Saudara Laki-Laki Sedunia atau International Brothers Day.

Bagi sebagian orang, momen ini mungkin terdengar baru dibandingkan Hari Ibu atau Hari Ayah, namun popularitas peringatan ini terus meningkat setiap tahunnya.

Dirangkum dari berbagai sumber, peringatan ini bukan sekadar tren tanpa esensi. Ada sejarah menyentuh dan makna psikologis mendalam di balik alasan mengapa dunia merayakan kehadiran saudara laki-laki.

Hari Saudara Laki-Laki pertama kali diinisiasi oleh seorang penulis, seniman, dan pengacara asal Alabama, Amerika Serikat, bernama C. Daniel Rhodes.

Rhodes merasa bahwa dalam struktur keluarga, hubungan persaudaraan, khususnya sesama atau dengan saudara laki-laki sering kali dilewatkan begitu saja dalam perayaan resmi tahunan.

Ia kemudian menetapkan tanggal 24 Mei sebagai hari khusus untuk mengapresiasi ikatan tersebut.

Sejak pertama kali digulirkan, gagasan ini dengan cepat menyebar ke berbagai negara, mulai dari Amerika Serikat, Kanada, India, Australia, hingga kini ramai dirayakan oleh netizen di Indonesia.

Ada beberapa alasan mendasar mengapa kehadiran saudara laki-laki (baik kakak maupun adik) layak mendapatkan ruang apresiasi khusus:

Secara psikologis dan sosial, saudara laki-laki—baik dalam hubungannya dengan saudara perempuan maupun sesama lelaki—sering kali menempati peran sebagai pelindung alami.

Mereka adalah sosok yang siap berdiri di garis depan saat anggota keluarganya menghadapi masalah. Kehadiran mereka memberikan rasa aman (sense of security) yang khas di dalam dinamika keluarga.

Saudara laki-laki adalah orang yang berbagi memori masa kecil yang sama. Mereka adalah teman bermain pertama, rekan bertengkar demi berebut mainan, sekaligus orang pertama yang mengajarkan kita tentang arti kompetisi yang sehat, negosiasi, dan kepedulian di usia muda.

Dalam studi mengenai kesehatan mental keluarga, memiliki hubungan yang sehat dengan saudara laki-laki terbukti mampu menurunkan risiko depresi dan kecemasan.

Mereka adalah sosok yang bisa diandalkan untuk dimintai bantuan fisik maupun dukungan emosional tanpa perlu merasa sungkan.

KEYWORD :

Hari Saudara Laki-Laki Sedunia Peringatan Dunia 24 Mei




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :