Senin, 20/04/2026 12:20 WIB

Legislator PKB: Kenaikan BBM Nonsubsidi Jangan Sampai Ganggu Harga Sembako





Ini bukan sekadar soal kebijakan, tapi juga bagaimana pemerintah menyampaikannya. Komunikasi yang jelas bisa meredam kegelisahan publik.

Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqi Abdul Halim. (Foto: Ist)

 

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, mengingatkan pemerintah agar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tidak berimbas luas pada harga kebutuhan pokok masyarakat.

Menurutnya, penyesuaian harga saat ini hanya terjadi pada BBM dengan kadar oktan tinggi atau Research Octane Number (RON) besar. Karena itu, dampaknya seharusnya tidak langsung mendorong kenaikan harga barang kebutuhan dasar.

“Pemerintah harus memastikan efeknya tidak merembet. Harga pangan dan kebutuhan penting lainnya harus tetap stabil supaya daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Rivqy dalam keterangan resminya, Senin (20/4).

Politikus PKB itu mengakui, kenaikan harga BBM nonsubsidi memang bukan keputusan yang mudah. Di tengah tekanan global di sektor energi, langkah penyesuaian dinilai sebagai opsi yang sulit dihindari.

Meski begitu, ia menekankan pentingnya momentum dan komunikasi kebijakan agar tidak memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Ini bukan sekadar soal kebijakan, tapi juga bagaimana pemerintah menyampaikannya. Komunikasi yang jelas bisa meredam kegelisahan publik,” katanya.

Rivqy juga mendorong pemerintah untuk lebih terbuka terkait kondisi riil sektor BBM nasional. Mulai dari ketersediaan stok, beban subsidi, hingga tantangan distribusi perlu dijelaskan secara utuh kepada publik.

“Transparansi itu penting supaya masyarakat paham kenapa kebijakan ini diambil, bukan sekadar menerima tanpa penjelasan,” lanjutnya.

Selain itu, ia menilai langkah antisipatif juga harus disiapkan dengan matang, terutama oleh pemerintah dan BUMN energi, dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga energi ke depan.

“Kesiapan strategi, termasuk distribusi dan cadangan energi, harus benar-benar diperkuat,” tegasnya.

Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi sejak Sabtu (18/4/2026). Kenaikan cukup signifikan terjadi pada Pertamax Turbo (RON 98) dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter.

Harga Dexlite juga melonjak dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, sementara Pertamina Dex naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Di sisi lain, harga Pertamax (RON 92) masih bertahan di Rp12.300 per liter. Begitu pula Pertalite tetap di Rp10.000 per liter, dan Biosolar di angka Rp6.800 per liter.

 

 

 

KEYWORD :

Warta DPR Komisi VI Politikus PKB BBM nonsubsidi harga sembako Rivqy Abdul Halim




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :