Ilustrasi seseorang menunaikan salat sunnah dhuha (Foto: Unsplash/Imad Alassiry)
Jakarta, Jurnas.com - Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pagi, bagi umat Muslim terdapat satu ibadah sunah yang memiliki kedudukan istimewa, yakni salat dhuha.
Dikenal sebagai ibadah yang membuka pintu rezeki dan pengganti sedekah bagi seluruh persendian tubuh, salat dhuha menjadi amalan rutin yang dilakukan sejak matahari terbit hingga menjelang waktu zuhur.
Ibadah ini melatih keistiqamahan dalam beribadah, mengisi waktu pagi agar tidak terlewat dalam kelalaian, sekaligus menjadi bentuk syukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan hidup yang dianugerahkan.
Melansir laman MUI, Shalat dhuha dilaksanakan dengan tata cara sebagaimana Shalat sunah pada umumnya. Niatnya cukup dihadirkan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Sementara, redaksi niatnya adalah sebagai berikut:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat Shalat sunah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Usai salam, dianjurkan untuk memanjatkan doa-doa yang baik dan dikenal luas khususnya doa yang berisi permohonan kelapangan rezeki serta keberkahan hidup. Di antara doa yang kerap dibaca adalah sebagai berikut:
اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضَّحَآءَ ضَحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسَرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضَحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِيْ مَآ أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Artinya: “Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit, maka turunkanlah; jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika dipersulit, mudahkanlah; jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah; dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”
Selain doa tersebut, terdapat pula doa singkat yang sarat makna tawakal dan penyerahan diri kepada Allah SWT:
اَللّٰهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ
Artinya: “Dengan-Mu aku menerjang. Dengan-Mu aku berupaya. Dengan-Mu aku berjuang.”
Di samping itu, sebagian ulama juga menganjurkan untuk membaca doa istighfar dan tobat berikut ini sebanyak 40 atau 100 kali setelah Shalat dhuha:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku. Kasihanilah aku. Terimalah tobatku. Sungguh Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang.”
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Salat Dhuha Amalan Sunnah Ibadah Pagi Hukum Fikih





















