Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan pidato selama Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Pada hari Jumat, ia mengumumkan UEA akan menjadi tuan rumah pertemuan persiapan menjelang KTT Iklim PBB
JAKARTA, Jurnas.com - Sekretaris Jenderal Perserikan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), Antonio Guterres mengutuk keras serangan Rusia di pelabuhan Laut Hitam Ukraina dan memperingatkan penghancuran infrastruktur sipil dapat merupakan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional.
"Serangan ini juga berdampak jauh di luar Ukraina," kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric. "Kami sudah melihat efek negatif pada harga gandum dan jagung global yang merugikan semua orang, terutama orang-orang yang rentan di belahan dunia selatan."
Rusia telah mengguncang pasar biji-bijian dunia dengan eskalasi di Laut Hitam, melakukan serangan udara tiga malam berturut-turut di pelabuhan Ukraina dan mengeluarkan ancaman terhadap kapal-kapal tujuan Ukraina.
Kyiv menanggapi dengan mengumumkan tindakan serupa terhadap kapal yang menuju Rusia atau wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.
Moskow menggambarkan serangan pelabuhan itu sebagai balas dendam atas serangan Ukraina di jembatan Rusia ke Krimea pada Senin.
Sekjen PBB Mengeluarkan SOS untuk Kepulauan Pasifik yang Paling Parah Terdampak Pemanasan Air Laut
Eskalasi itu terjadi hanya beberapa hari setelah Rusia keluar dari kesepakatan, yang ditengahi oleh PBB dan Turkiye yang memungkinkan ekspor biji-bijian Ukraina ke Laut Hitam dengan aman selama setahun terakhir.
Dewan Keamanan PBB akan bertemu pada hari Jumat mengenai "konsekuensi kemanusiaan" dari penarikan Rusia dari kesepakatan Laut Hitam, misi PBB Inggris mengatakan pada hari Kamis.
Penarikan Rusia pada Senin juga secara efektif mengakhiri pakta antara PBB dan Moskow, di mana para pejabat PBB setuju untuk membantu ekspor makanan dan pupuk Rusia mencapai pasar dunia.
Di bawah perjanjian itu, PBB mengatakan Moskow tidak lagi memenuhi janji untuk "memfasilitasi ekspor makanan, minyak bunga matahari, dan pupuk tanpa hambatan" dari Pelabuhan Laut Hitam Ukraina.
PBB mengatakan pada Kamis (20/7) bahwa serangan Rusia di pelabuhan Ukraina juga bertentangan dengan komitmen tersebut.
"Sekretaris Jenderal tidak akan menyerah dalam upayanya untuk memastikan bahwa makanan dan pupuk Ukraina dan Rusia tersedia di pasar internasional sebagai bagian dari upaya berkelanjutannya untuk memerangi kelaparan global dan memastikan harga pangan yang stabil bagi konsumen di mana pun," kata Dujarric.
Sumber: Reuters
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Sekjen PBB Antonio Guterres Rusia Serang Pelabuhan Perang Rusia Ukraina Biji-bijian Ukraina


















