Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jajang Sudrajat mewakili Bupati Indramayu, Nina Agustina pada rangkaian acara Hari Kependudukan Dunia 2023, yang berlangsung di Lapangan Karangampel, Indramayu, Kamis (20/7).
INDRAMAYU, Jurnas.com - Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDG’s) terutama tujuan kelima yaitu kesetaraan gender.
"Kami telah menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi isu pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender," kata Bupati Indramayu, Nina Agustina pada rangkaian acara Hari Kependudukan Dunia 2023, yang berlangsung di Lapangan Karangampel, Indramayu, Kamis (20/7).
Nina, yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jajang Sudrajat mengatakan, dalam memajukan peran perempuan, pihaknya telah membidik empat sektor utama, yakni bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta terkait pencegahan kekerasan.
Dia menjelaskan, di bidang pendidikan, capaian rata-rata lama sekolah anak Kabupaten Indramayu pada tahun 2022 untuk perempuan masih rendah. Secara rata-rata pendidikan penduduk perempuan di Kabupaten Indramayu hanya tamatan SD atau kelas 1 SMP.
"Upaya yang kami lakukan untuk menaikkan rata-rata lama sekolah di antaranya dengan terus menggenjot program kejar paket (Ja-ket). Melalui program ini, warga yang putus sekolah bisa melanjutkan pendidikan secara gratis," tuturnya.
Di bidang kesehatan, lanjut dia, pada tahun 2020 Kabupten Indramayu berhasil menurunkan kasus kematian ibu menjadi 38 kasus dengan angka kematian yang dilaporkan sebesar 126,44 persen.
"Beberapa upaya penurunan kematian ibu, bayi dan balita yang telah dilakukan antara lain melalui pelayanan kesehatan yang diprioritaskan pada pelayanan promotif dan preventif dengan tetap melakukan pelayanan kuratif dan rehabilitatif," ujarnya.
Kemudian dalam rangka penurunan stunting di Kabupaten Indramayu, terdapat lima indikator pembangunan kesehatan nasional yang harus dicapai pada 2024, di antaranya meningkatnya status gizi masyarakat yang ditandai dengan prevalensi stunting balita sebesar 14 persen.
"Pada tahun 2021 lalu, Indramayu berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 29,19 persen menjadi 14,4 persen," tutur dia.
Di bidang ekonomi, masih terjadi kesenjangan antara laki-laki dan perempuan. Hal ini disebabkan oleh aksesibilitas perempuan dalam kesempatan kerja, sehingga akumulasi upah perempuan secara keseluruhan menjadi sangat rendah.
Dalam rangka meningkatkan pendapatan bagi perempuan pemerintah Kabupaten Indramayu melalui program Kampung KB Berkualitas. Selain itu, ada pula salah satu program unggulan yaitu Perempuan Berdikari yang merupakan program pelatihan kewirausaan bagi purna PMI.
Di bidang politik dan pengambilan keputusan, perempuan di legislatif hasil Pemilu 2019 DPRD Kabupaten Indramayu berjumlah 17 orang (34 persen) sudah memenuhi target, yaitu 30 persen sebagaimana kuota yang ditetapkan.
Adapun perempuan di eksekutif, yaitu kepala daerahnya sendiri, kemudian eselon II perempuan 3 orang (11,5 persen) dari 26 perangkat daerah, eselon III perempuan 34 orang (32 persen), organisasi perempuan 41 organisasi, kuwu perempuan 27 orang (8,5 persen), BPD perempuan 72 orang (22,64), lurah 2 orang (25 persen), camat perempuan 1 orang (3,2 persen), dan sekmat perempuan 3 orang (9,6 persen).
"Kemudian berbagai kasus terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak juga merupakan faktor penghambat pada upaya peningkatan kualitas dan peran perempuan," kata dia.
Data laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tahun 2022 dari Polres Indramayu yakni perempuan dewasa sebanyak 41 orang, anak laki-laki sebanyak 29 orang, anak perempuan sebanyak 54 orang.
Dalam upaya meningkatkan gizi keluarga dalam rangka percepatan penurunan stunting, Kabupaten Indramayu meraih beberapa capaian, dan yang terbaru adalah penghargaan Manggala Karya Kencana yang diberikan kepada Bupati Indramayu.
Setidaknya terdapat tiga indikator keberhasilannya yakni, Penurunan stunting, capaian program Bangga Kencana, dan inovasi berupa aplikasi Gesit untuk memantau dampak pemberian paket asuhan anak stunting, dan kartu pemantauan orang tua asuh balita stunting sebagai instrumen memantau perkembangan intervensi anak stunting.
Guna menyejahterakan masyarakat dalam kualitas hidup, pemerintah Kabupaten Indramayu dari tahun 2018 berkomitmen membentuk kampung keluarga berencana (Kampung KB).
Kampung KB diarahkan ke setiap desa di Kabupaten Indramayu untuk mempunyai Kampung KB, dengan tujuan agar hidup masyarakat desa menjadi berkualitas, dan melalui program keluarga berencana dan pembangunan dalam sektor tertentu diharapkan nantinya terwujud keluarga kecil yang berkualitas.
Kampung KB di Kabupaten Indramayu telah terbentuk sebanyak 204 kampung KB, dari 317 desa yang ada di 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kesetaraan Gender Perempuan Indramayu Nina Agustina



























