Kepala tentara bayaran Rusia Yevgeny Prigozhin (File foto: Reuters)
Moskow, Jurnas.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin menawari tentara bayaran Wagner untuk terus berjuang untuk negara. Syaratnya, kelompok militer tersebut harus memecat Yevgeny Prigozhin di pucuk pimpinan.
Putin awalnya bersumpah menghancurkan pemberontakan Wagner yang dilakukan pada 23-24 Juni lalu, membandingkannya dengan kekacauan masa perang yang mengantarkan revolusi tahun 1917.
Namun, beberapa jam kemudian kesepakatan tercapai untuk memungkinkan Prigozhin dan beberapa pejuangnya pergi ke Belarusia.
Kommersant, salah satu surat kabar top Rusia, menerbitkan pernyataan Putin kepada koresponden Kremlin yang menyatakan masa depan Prigozhin dan Wagner diragukan.
"Tidak ada (masa depan) Wagner. Tidak ada undang-undang tentang organisasi militer swasta. Itu tidak ada," ujar koresponden Kremlin, Andrei Kolesnikov dikutip dari Reuters pada Jumat (14/7).
Putin kemudian menceritakan perincian tentang pertemuan Kremlin 29 Juni dengan 35 komandan Wagner, di mana dia menyarankan beberapa opsi bagi mereka untuk melanjutkan pertempuran.
"Mereka semua bisa saja berkumpul di satu tempat dan terus mengabdi," demikian laporan Kommersant.
"Dan tidak akan ada yang berubah bagi mereka. Mereka akan dipimpin oleh orang yang sama yang telah menjadi komandan mereka yang sebenarnya selama ini," imbuhnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Rusia Vladimir Putin Wagner Yevgeny Prigozhin




























