Rabu, 15/04/2026 17:45 WIB

Kementan Segera Ekspor Unggas dan Produknya ke Singapura





Kementan segera ekspor unggas dan produksnya ke Singapura

Senior Director Joint Operations Division Singapore Food Agency, Abdul Jalil Abdul Kadir dan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah pada acara Closing Meeting Audit Country Level SFA yang dilaksanakan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian pada hari ini Kamis (23/6).

Jakarta, Jurnas.com - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah mengatakan akan segera melakukan ekspor unggas dan produknya ke Singapura.

"Pasti akan segera ekspor," kata Nasrullah saat dihubungi Jurnas.com melalui WhatsApp, Jumat (1/10).

Nasrullah mengatakan akan segera ekspor setelah Badan Pangan Singapura (SFA) mengatakan telah menyetujui Indonesia sebagai sumber baru daging ayam beku, dingin, dan olahan untuk negara tersebut.

SFA menambahkan bahwa ayam dari perusahaan Indonesia yang disetujui saat ini sudah dapat diimpor. Saat ini sumber ayam dan produksnya yang ada di Singapura termasuk Brasil, Thailand, dan Australia.

Dikutip dari Straits Times, Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Republik Singapura, Grace Fu mengatakan, Indonesia sudah masuk dalam daftar lebih dari 20 negara yang telah disetujui untuk mengekspor ayam ke Singapura.

"Pasokan global akan terus menghadapi ketidakpastian, dan kita harus siap secara psikologis untuk lebih banyak gangguan dan volatilitas harga," kata  Grace Fu.

"Sementara Pemerintah melakukan perencanaan jangka panjang dan tindakan proaktif untuk menjaga pasokan makanan Singapura, konsumen dan industri makanan juga memiliki peran penting untuk dimainkan," tambahnya.

Singapura mengumumkan Indonesia jadi sumber ayam baru tepat waktu larangan ekspor ayam Malaysia, yang dimulai pada 1 Juni, masih berlaku. Ekspor dihentikan agar harga dan pasokan di sana bisa stabil.

Meskipun Malaysia sejak itu mengizinkan ekspor ayam kampung dan ayam hitam, ayam broiler yang lebih umum dan terjangkau - yang merupakan mayoritas impor ayam Singapura dari Malaysia - masih dilarang.

Menurut SFA, 34 persen pasokan ayam Singapura berasal dari Malaysia. Sebagian besar ayam-ayam itu diimpor hidup-hidup dan disembelih di sini.

Belum disebutkan nama perusahaan yang sudah disetujui oleh otoritas Singapura. Nasrullah juga mengaku belum mendapat info detail perusahaan yang sudah diizinkan untuk melakukan ekspor Kota Singa itu.

"Saya belum dapat info detailnya," kata Nasrullah.

Sebelumnya, Nasrullah mengatakan, pihak Indonesia telah menyerahkan aplikasi dari 12 pelaku usaha yang siap masuk ke tahap akreditasi oleh SFA. "Kami berharap proses akreditasi ini bisa berjalan secepatnya, sehingga ekspor segera bisa dilaksanakan pada akhir bulan ini," ucap Nasrullah.

"Kami harap ini adalah langkah awal yang baik untuk kerjasama antara Indonesia dan Singapura, terutama Indonesia dapat membantu dalam upaya pemenuhan permintaan produk peternakan bagi seluruh warga Singapura," pungkasnya.

KEYWORD :

Ditjen PKH Nasrullah Ekspor Unggas Singapura




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :