Sabtu, 07/12/2019 22:49 WIB

Tiga Hal Ini Picu Pertumbuhan Industri Kosmetik

Aspirasi konsumen dinilai penting menjadi kunci untuk menentu strategi pasar yang lebih luas.

Tren industri kecantikan mengalami pertumbuhan yang signifikan (Foto: Ecka Pramita)

Jakarta, Jurnas.com - Industri kecantikan di Indonesia kian berkembang pesat bertumbuh rata-rata 1,5 kali lipat di atas GDP PDB (Produk Domestik Bruto) dalam satu dekade terakhir.

Sebagai gambaran, menurut data Nielsen 2019 di tahun 2018 lalu pasar kecantikan Indonesia bertumbuh 7 persen dengan nilai pasar sekitar 40 triliun Rupiah yang dilanjutkan dengan pertumbuhan sebesar 6 persen pada semester 1 tahun ini.

L’Oréal, sebagai pemimpin industri kecantikan dunia yang telah 40 tahun menjangkau pasar Indonesia, mengerti betul akan potensi ini dan memusatkan strateginya untuk memenangkan pasar dengan konsep consumer centricity.

Pada acara media roundtable di kantor pusatnya di Jakarta, Presiden Direktur PT L`Oréal Indonesia Umesh Phadke menjelaskan ada tiga hal yang menjadi pemicu pertumbuhan industri kecantikan di Indonesia.

1. Konsumen muda

Konsumen muda yang dinamis dan digital savvy, berumur rata-rata >30 tahun, ingin berpenampilan baik dan optimistis akan masa depan. Mereka dengan mudah mendapatkan tren
kecantikan terbaru melalui smartphone-nya.

2. Modernisasi ritel dan ecommerce

Modernisasi ritel dan e-commerce yang memungkinkan konsumen di seluruh Indonesia untuk mencoba dan mendapatkan inovasi terbaru produk
kecantikan.

3. Perempuan Muslim modern

Perempuan Muslim modern yang berwirausaha ataupun berkarir di luar rumah yang memicu peningkatan kebutuhan untuk merawat diri dan berpenampilan lebih baik.

TAGS : Industri Kecantikan Tren Kecantikan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :