Jum'at, 16/11/2018 14:39 WIB

Kementan Pompanisasi Lahan Sawah Terancam Puso Karawang

Menurut data Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Karawang total potensi sawah yang terancam keberlangsungan pertanamannya berjumlah 3.150 hektare.

Kementerian Pertanian melakukan pompanisasi sawah yang terancam puso (Foto: Ist)

Karawang - Kementerian Pertanian (Kementan)  melakukan pompanisasi pada sembilan desa di Kabupaten Karawang, Jawa Barat yang terancam puso (gagal panen).

Ketua Penanggungjawab Upaya Khusus Swasembada (Upsus) Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) provinsi Jawa Barat, Banun Harpini menyatakan pompanisasi dilakukan disepanjang saluran irigasi sekunder di Kecamatan Batujaya, Karawang.

"Air merupakan sumber kehidupan, terutama untuk petani. Pengelolaan air menjadi sangat penting terutama di musim kering seperti saat ini," kata Banun saat dilaporkan perkembangan pompanisasi di Kabupaten Karawang (16/8).

Sebelumnya, Banun lakukan kunjungan disepanjang saluran sekunder Cimalaya guna mendapatkan data potensi kekeringan pada Senin (7/8) pekan lalu. Menurutnya, pendangkalan saluran irigasi sekunder menjadi penyebab utama sehingga air tersedia cukup tapi tidak dapat dialirkan.

Banun juga menyatakan pihaknya akan segera menggalakkan gerakan pembersihan sampah pada saluran irigasi sekunder, normalisasi sedimen melalui pengerukan, serta pompanisasi sambil melakukan tanam culik persemaian. Ia menjanjikan bantuan pompa dan benih tahan kering pun dijadwalkan untuk dikirimkan dalam waktu dekat.

Menurut data Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Karawang total potensi sawah yang terancam keberlangsungan pertanamannya berjumlah 3.150 hektare. Masing-masing adalah desa Karya Bakti 1.000 ha, Segarjaya 375 hektare,  Telukambulu 250 hekatere Kutaampel 150 ha, Batujaya 350 hektare, Baturaden 275 hektareKaryamulya 200 hektare, Telukbango 375 hektare dan desa Karyamakmur 175 hektare.

Sekedar diketahui, secara keseluruhan untuk Provinsi Jawa Barat, fokus Kementan adalah pada pertanaman di atas luas baku tanam 913.976 hektare, sementara khusus di Kabupaten Karawang seluas 95.876 hektare.

Selain memberikan bantuan berupa pompa untuk memacu debit air agar dapat mencapai saluran dipersawahan, Kementan pada musim kering kali ini juga lakukan langkah komprehensif  antara lain: melakukan percepatan tanam pada daerah yang belum mengalami kekeringan dan penggunaan bibit padi khusus untuk lahan kering.

"Kami juga tengah gencar sebarluaskan teknologi Patbo, terutama saat musim kering. Ini merupakan paket teknologi pertanian yang berbasis manajemen air dan penggunaan bahan organik,"papar Banun.

"Ini merupakan langkah untuk memanfaatkan hasil inovasi pertanian yang cocok untuk dilakukan pada musim kering," tambahnya.

Untuk memastikan program pompanisasi di Kabupaten Karawang, Kementan mengerahkan babinsa, dinas pertanian, kodim, tim upaya khusus (Upsus), dan Kantor Cabang Dinas (KCD).

Tim Upsus juga terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait, khususnya dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat guna pastikan manajemen air di saluran irigasi sekunder agar langkah antisipatif kekeringan ini dapat berjalan maksimal, sesuai dengan instruksi Mentan.

TAGS : Kementan Karawangan Banun Harpini sawah




TERPOPULER :