Kamis, 23/11/2017 09:00 WIB

AS-Filipina Siap Rehabilitasi Kota "Islam" di Marawi

Trump berjanji akan mendukung rehabilitasi kota Marawi yang rusak menjadi reruntuhan dan puing-puing. Selain itu, ia juga mengapreasiasi militer Filpina.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat makan malam untuk memperingati ulang tahun ASEAN ke-50 di Manila, Filipina, 12 November 2017 ( Reuters/ Jonathan Ernst)

Filipina - Pemerintah Amerika Serikat berjanji akan terus membantu Filipina melawan terorisme. Keduanya juga bersiap untuk membangun kembali satu-satunya kota Islam di negara tersebut.

Dalam sebuah pernyataan bersama, Amerika Serikat dan Filipina sepaka meningkatkan kerja sama mereka dalam upaya kontraterorisme, yang bisa berupa latihan militer tambahan, penyampaian informasi yang lebih baik dan penanganan akar konflik dan ekstremisme.

Presiden Donald Trump juga menyampaikan belasungkawa atas kehilangan nyawa yang tragis di Kota Marawi menyusul pengepungan yang mematikan dan berlarut-larut oleh gabungan kelompok Maute dan Abu Sayyaf, selama  lima bulan di pusat komersial kota tepi danau. Lebih dari 1.000 orang tewas dalam pertempuran, yang didominasi oleh para pejuang.

"Kedua belah pihak membahas kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi Marawi dan berjanji untuk melanjutkan diskusi pembangunan kembali Marawi," kata pernyataan bersama , dilansir Phil Start Global, Selasa (14/11)

Trump berjanji akan mendukung rehabilitasi kota Marawi yang rusak menjadi reruntuhan dan puing-puing. Selain itu, ia juga mengapreasiasi militer Filpina, "Presiden Trump menyampaikan mengucapkan selamat kepada Angkatan Bersenjata Filipina atas keberhasilannya dalam membebaskan Marawi dari pasaukan Islamic State Iraq and Syria," katanya.

Pengepungan Marawi membuka celah kemampuan militer Filipina untuk mengatasi ancaman teror, terutama mengingat kemungkinan beberapa pejuang ISIS di Timur Tengah akan kembali ke negara asalnya di Asia Tenggara, setelah kelompok tersebut mundur di wilayah tersebut.

Washington dan Manila juga menegaskan kembali komitmen mereka terhadap Perjanjian Mutual Defense 1951 sebagaimana diperkuat oleh Enhanced Defense Cooperation Agreement selama pertemuan bilateral pemimpin mereka.

Kedua belah pihak juga membahas upaya Ameriak Serika untuk membantu modernisasi Angkatan Bersenjata Filipina, salah satu militer terlemah di kawasan ini, mengembangkan kapasitas dan kemampuan keamanan maritim dan kesadaran akan domain dan memberikan bantuan kemanusiaan.

"Mereka juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk melanjutkan kerjasama pertahanan, termasuk dengan memperkuat kemampuan pertahanan dan interoperabilitas nasional masing-masing dan meningkatkan kegiatan bersama, tanggap bencana, dan keamanan maya," dokumen tersebut menyatakan.

 

TAGS : Filipina Marawi ISIS Amerika Serikat




TERPOPULER :