Kamis, 23/11/2017 09:00 WIB

Perlakuan Istimewa China terhadap Trump Melanggar Norma

Perlakuan istimewa Trump juga tampak ketika ia menggunakan Twitternya. Untuk diketahui, Beijing sendiri melarang warganya menggunakan media sosial asing, tak terkecuali Twitter.

Presiden China Xi Jinping dan Ibu Negara China Peng Liyuan menyambut Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing, China, 9 November 2017 ( Reuters/ Damir Sagolj)

Beijing -  Bentangan karpet merah yang disiapkan Presiden China Xi Jinping saat menyambut Presiden Amerika Serikat merupakan sanjungan tersendiri yang jarang terjadi di wilayah tersebut. Kehadiran Donald Trump dan Melania Trump di luar Balai Besar Rakyat Beijing disiarkan langsung melalui stasiun televisi pemerintah.

Perlakuan istimewa China terhadap Trump juga tampak saat ia menggunakan Twitternya. Untuk diketahui, Beijing sendiri melarang warganya menggunakan media sosial asing, tak terkecuali Twitter.

Trump melepaskan kicauan terima kasih kepada tuan rumahnya karena bisa melakukan tur langka di Kota Terlarang dan makan malam pribadi di kompleks istana yang sudah berusia berabad-abad.

"Atas nama FLOTUS Melania dan saya, TERIMA KASIH untuk sore dan malam yang tak terlupakan di Kota Terlarang di Beijing, Presiden Xi dan Nyonya Peng Liyuan. Kami menanti-nantikan untuk bergabung kembali besok pagi!" kicau Trump.

Dalam kunjungan tersebut,Trump yakin segala sesutu akan terjadi terkait krisis Korea Utara yang sedang berlangsung, menyusul pertemuan dengan  China Xi.

Trump mengatakan China dapat mengani masalah ini dengan cepat dan mudah. Ia mendesak Beijing untuk memotong hubungan keuangan dengan Korea Utara dan ia juga meminta bantuan Rusia.

Menanggapi hal itu, Xi kembali menegaskan, China akan berusaha untuk melakukan denuklirisasi di semenanjung Korea, "Kami mengabdikan diri untuk mencapai resolusi untuk masalah semenanjung Korea melalui dialog dan konsultasi," kata Xi.

Trump yang  berbicara bersama Xi di Beijing mengumumkan penandatanganan sekitar USD250 miliar untuk transaksi komersial antara perusahaan Amerika Serikat dan China.

Xi mengatakan ekonomi China akan semakin terbuka dan transparan bagi perusahaan asing, termasuk yang berasal dari Amerika Serikat. Trump menjelaskan ia menyalahkan pendahulunya, bukan China, karena ketidakseimbangan perdagangan, dan berulang kali memuji Xi. Tak ragu-ragu, ia menyebutnya sebagai orang yang spesial.

Pekan lalu, Trump melancarkan kritiknya terhadap surplus perdagangan besar China dengan Amerika Serikat. Ia menyebutnya memalukan dan mengerikan, dan menuduh Beijing melakukan praktik perdagangan yang tidak adil.

 

TAGS : China Amerika Serikat Ekonomi




TERPOPULER :