Jum'at, 16/11/2018 20:49 WIB

Wow! Produk Dekorasi Indonesia Jadi Primadona di Pameran Internasional

Perhiasan buatan Indonesia juga dipamerkan di Stand Indonesia pada pameran tersebut.

Duta Besar RI di Madrid, Yuli Mumpuni (kanan) saat menghadiri International Gift & Decoration Fair di Madrid.

Madrid - Produk dekorasi rumah  buatan Indonesia dipamerkan oleh lebih dari 70% stand importir produk home decoration pada International Gift & Decoration Fair di Madrid, 20 – 24 September 2017, yang diikuti oleh 975 peserta dari 20 negara.  Produk-produk tersebut pada umumnya terbuat dari kain dan kayu, baik untuk kediaman pribadi maupun industri pariwisata seperti hotel, resort, restoran, bar, dan gedung-gedung pertemuan yang memerlukan dekorasi dengan rancangan yang unik dan berkualitas.

Pameran yang dibuka oleh Menteri Ekonomi, Tenaga Kerja dan Keuangan Daerah Otonomi Madrid, Engracia Hidalgo Tena, itu juga diikuti oleh 13 perusahaan dari Indonesia yang mengisi Stand Indonesia di Paviliun 9C / 10 dengan luas 100 m2, di bawah koordinasi Kedutaan Besar RI (KBRI) di Madrid yang diselenggarakan oleh Kantor Atase Perdagangan KBRI Madrid dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di Barcelona. Ke-13 perusahaan tersebut memproduksi kain dan busana batik, tas dan dompet kulit, asesori perak dan mutiara, serta aneka kerajinan tangan untuk dekorasi rumah dari Bali, Solo, Jogja, Makassar, dan Bogor.

Mengikuti pameran di Madrid untuk produk-produk yang mendukung industri pariwisata mempunyai nilai jual yang strategis karena produk yang dipamerkan tidak hanya akan dilirik oleh kalangan industri pariwisata Spanyol yang tahun 2016 menerima 77 juta wisatawan internasional, melainkan juga yang di negara-negara di  sekitar Spanyol, seperti Perancis (85 juta), dan Italia (55 juta) yang merupakan tiga negara penerima wisatawan internasional terbesar di dunia,” kata Duta Besar RI di Madrid, Yuli Mumpuni Widarso.

Menurut dia, peluang untuk masuk ke pasar Spanyol, Perancis, dan Italia sangat terbuka karena industri pariwisata di negara-negara tersebut terus berkembang dan membutuhkan beragam home decoration untuk hotel, resort, restoran, bar, gedung-gedung pertemuan, dll.

Oleh karena itu KBRI Madrid sejak tahun 2015 berpartisipasi dalam International Gift & Decoration Fair yang merupakan pameran dua-tahunan. ”Untuk produk home decoration, misalnya, mulai Januari – Juni 2017, ekspor kita ke Spanyol mencapai US$ 8.814.261.00 sehingga Indonesia menduduki peringkat ke-11. Minat pasar  Spanyol terhadap produk Asia sangat tinggi, terlihat pada daftar mitra pemasok produk home decoration peringkat teratas diisi oleh China, India, dan Vietnam (peringkat ke-8 dengan nilai mencapai US$13.728.956.00),” tambahnya.

Ignacio, Manager Moycor, importir produk home decoration yang telah 10 tahun mengimpor furnitur dan berbagai produk home decoration dari Indonesia menyatakan bahwa produk buatan Indonesia khususnya yang terbuat dari kayu sangat diminati di Spanyol karena kombinasi yang sempurna antara  sentuhan seni warisan budaya, rancangan  dan kreatifitas. Pihaknya telah 10 tahun berbisnis dengan mitranya di Jepara dan Solo dalam memproduksi dan menjual produk home decoration untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat di Spanyol, Perancis dan Italia karena ketiga alasan tersebut. 

Komentar serupa disampaikan oleh Manuel, Direktur Item International yang juga mengimpor produk home decoration dari Indonesia. Pihaknya mengandalkan produksi dari Bali dan Jogja untuk beragam model home decoration yang berbahan dasar kayu, kain dan perak.

Perhiasan buatan Indonesia juga dipamerkan di Stand Indonesia pada pameran tersebut. Jumlah peminat produk industri perhiasan Indonesia di Spanyol juga terus meningkat, sejalan dengan peningkatan kualitas dan variasinya, yang disertai oleh peningkatan kreativitas dan inovasinya. Ekspor Indonesia untuk produk kerajinan dan perhiasan ke Spanyol pada kurun Januari - Juni 2017 mencapai US$  6.834.174.00. Pada tahun 2016 tercatat nilai ekspor produk kerajinan Indonesia ke Spanyol sebesar US$ 1.093.131.00 sehingga berada pada urutan ke-30, jauh tertinggal di belakang negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand (10) dan Vietnam (27). Sementara itu untuk ekspor perhiasan, Indonesia berada di urutan ke-21 dengan nilai US$ 5.741.583.00, di bawah Thailand pada peringkat 13.

Pada 2015, Pameran ini diikuti oleh 1.667 peserta dari 26 negara, dan dikunjungi oleh 42.364 pembeli profesional dari 76 negara. KBRI Madrid mengharapkan partisipasi Indonesia pada Pameran ini akan meningkatkan nilai ekspor Indonesia untuk produk batik, kerajinan tangan, perhiasan dan home decoration.  

TAGS : KBRI Madrid Investor Spanyol pameran




TERPOPULER :