Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto kembali mempertegas terkait komitmen dukungan kepada Presiden Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa seluruh kader turut mendoakan Setya Novanto yang saat ini sedang menjalani proses hukum.
Dalam rangka meningkatkan kembali kepercayaan publik, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bakal melakukan revitalisasi pengurus.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menggantikan posisi Setya Novanto hingga 2019 mendatang. Lalu apakah Munaslub Golkar nanti menyepakati kepemimpinan Arilangga hingga lima tahun ke depan?
Setelah terpilih menjadi ketua umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto diminta segera untuk mengundurkan diri dari kursi Menteri Perindustrian di Kabinet Presiden Jokowi.
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto diyakini dapat meningkatkan elektabilitas partai setelah mengalami penurunan pasca diterpa kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeret Setya Novanto.
Terpilihnya Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar secara aklamasi menggantikan Setya Novanto sebagai bukti saktinya Presiden Jokowi.
Airlangga Hartarto resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar menggantikan posisi Setya Novanto. Apa faktor penyebab Airlangga terpilih secara aklamasi?
Indonesia harus berani dan bersatu melawan para penjajahan, baik di Indonesia maupun yang terjadi di Yerusalem. Sebab, segala bentuk penjajahan harus dihilangkan dari muka bumi.
Untuk kepentingan Pilpres 2019, Aziz Syamsuddin menyerah sebelum bertanding pada perebutan pucuk pimpinan Partai Golkar. Aziz mengurungkan niatnya untuk maju sebagai calon ketua umum (Caketum) di Munaslub Partai Golkar.