Fenomena kampung banyak anak tersebut memiliki korelasi dengan angka prevalensi stunting di Jawa Barat yang tinggi.
NTB berkomitmen untuk menurunkan angka prevalensi stunting, yang saat ini masih cukup tinggi yaitu 31,4 persen atau tertinggi keempat secara nasional.
Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki prevalensi stunting paling tinggi di NTT dan 246 kabupaten/kota di 12 provinsi prioritas, yakni 48,3 persen
Jawa Barat merupakan salah satu dari 12 provinsi prioritas yang memiliki prevalensi stunting tertinggi di tanah air di tahun 2022.
NTT memiliki 15 kabupaten berkategori merah. Pelabelan status merah tersebut berdasarkan prevalensi stuntingnya masih di atas 30 persen.
Jawa Timur mempunya empat kabupaten dengan kategori merah atau prevalensinya di atas 30 persen, yakni Bangkalan, Pamekasan, Bondowoso, dan Lumajang.
Bulog Peduli Gizi merupakan wujud nyata Perum Bulog di tengah masyarakat dalam mendukung penurunan prevalensi Balita BGM (Bawah Garis Merah).
Pemberian bantuan Beras Fortivit melalui program Bulog Peduli Gizi ini sebagai salah satu bentuk keterlibatan mendukung program pemerintah dalam percepatan pencegahan stunting agar prevalensi bisa ditekan turun.
Masalah stunting ini bukan masalah sepele. Terlebih, di Indonesia angka prevalensi stunting masih cukup tinggi, yakni 27,67 persen.
Inovasi revolusioner yang masif, serentak, dan cepat sangat diperlukan dalam menurunkan angka prevalensi stunting hingga 14 persen.