Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dicurigai sebagai agen untuk menghabisi partai dari dalam. Sebab, cara Sohibul memimpin dan mengelola konflik di internal PKS sudah gagal.
Presiden PKS Sohibul Iman dinilai sebagai "virus" yang dapat menghancurkan partai dakwah tersebut. Sebab, cara Sohibul memimpin dan mengelola konflik di internal PKS telah gagal.
Pilpres 2019 diharapkan dapat membawa pemimpin baru yang memiliki kualitas kecerdasan dan kecakapan dalam memimpin negara Indonesia yang luar biasa besarnya.
Seluruh partai politik (Parpol) ditantang mengajukan kader potensialnya untuk bertarung di Pilpres 2019. Sehingga, para kandidat bisa saling adu program dan gagasan untuk Indonesia ke depan.
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyebut, integritas terpidana kasus korupsi Wisma Atlet Nazaruddin jelas jauh berbeda dengan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.
Penolakan terhadap UU MD3 oleh sejumlah masyarakat dinilai karena tidak memahami secara utuh terkait falsafah isi dari pasal-pasal dalam UU tersebut.
Fahri menantang "perang" Nazaruddin Cs yang selama ini dianggap sebagai skandal dalam pemberantasan korupsi di tanah air.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku sudah mendapat ancaman sejak 11 tahun yang lalu. Tepatnya pada 2007. Dimana, Fahri diancam akan diseret dalam kasus dugaan korupsi.
Terpidana kasus korupsi M Nazaruddin disebut telah melakukan persekongkolan jahat dengan KPK. Persekongkolan itu dalam rangka untuk menutupi 162 pohon kasus korupsi mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu.
Persekongkolan terpidana kasus korupsi Nazaruddin dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut telah menjadi problem keamanan nasional.