Iran adalah negara yang banyak menada tangani mekanisme non-proliferasi multilateral, termasuk Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).
Zarif mengatakan, tiga pihak Eropa dalam perjanjian nuklir, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), sudash gagal memenuhi kewajiban mereka di bawah pakta dan bahkan melanggarnya dalam beberapa kasus.
Republik Islam siap untuk kembali semua komitmennya di bawah JCPOA jika pihak lain memenuhi kewajiban mereka. Jika tidak, Iran akan mengurangi komitmennya.
Hubungan AS-Iran memanas sejak Mei 2018, saat Trump secara sepihak keluar dari kesepakatan nuklir multilateral dengan Iran, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), dan memberlakukan sanksi terberat yang pernah ada untuk menekan Iran.
Barrett mengatakan ketika Presiden AS Donald Trump mengambil alih kekuasaan, Netanyahu merayakannya karena sekarang memiliki Kantor Oval, dan menghasut Washington menghancurkan JCPOA.
Iran sudah membuat proposal terkait langkah ketiga pengurangan komitmennya berdasarkan perjanjian nuklir, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).
Pertemuan dengan AS dalam kerangka JCPOA hanya akan terwujud seandainya Washington mencabut semua sanksi terhadap Iran.
Awal bulan ini Teheran akan kembali menangguhkan komitmen ketiganya di bawah JCPOA.
Iran sudah mengurangi komitmennya di bawah JCPOA untuk membujuk pihak lain pakta nuklir untuk mematuhi kewajiban mereka.
INSTEX adalah kendaraan bagi Eropa untuk memenuhi komitmennya setelah AS menarik diri dari perjanjian nuklir, yang secara resmi disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).