Iran menegaskan komitmennya terhadap kewajibannya di bawah JCPOA. Ini berarti Iran akan terus bekerja sama dengan IAEA.
Jika Negeri Para Mullah itu tidak menerima jaminan ekonomi yang cukup dari Eropa, maka Iran mengancam akan menarik diri dari pakta itu, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Pertemuan kali ini tidak dihadiri oleh Sekretaris Negara untuk Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris, Boris Johnson.
Ini adalah pertemuan kedua setelah Amerika Serikat (AS) keluar secara sepihak dari JCPOA.
Administrasi Trump yang keluar dari perjanjian nuklir 2015 (JCPOA) mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Eropa dan negara-negara lain yang berbisnis dengan Iran.
Pertemuan yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri, Iran, Jerman, Prancis, Rusia, Inggris, dan China itu akan membahas paket insentif Uni Eropa
Menurut Presiden Rusia, kesepakatan nuklir Iran harus dipertahankan karena Teheran sudah terbukti memenuhi unsur-unsur kesepakatan yang tertera di dalam JCPOA.
Jika AS melanggar perjanjian internasional yang didukung oleh resolusi Dewan Keamanan PBB, kata Yermakov, maka ia sendiri yang akan menanggung konsekuensinya
Trump telah berulang kali menyebut JCPOA sebagai kesepakatan buruk dan mengatakan dia ingin keluar dari itu, sementara para pemimpin Inggris, Perancis dan Jerman
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan perjanjian nuklir yang secara resmi disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) tidak dapat dinegosiasikan kembali.