Ketidakpastian kapan atau bagaimana perselisihan itu akan berakhir telah mengguncang pasar dan membuat rumit rencana investasi jangka panjang perusahaan.
Pemerintah China menyatakan bahwa pihaknya akan mengenakan tarif balasan terhadap barang-barang tambahan senilai 75 miliar dolar AS asal Amerika Serikat.
Presiden AS, Donald Trump menaikkan tarif eksisting atas produk China senilai USD250 miliar dari 25 persen menjadi 30 persen per 1 Oktober 2019.
Kesenjangan antara elit menjadi lebih jelas pada hari Jumat (23/8), ketika Trump menyiratkan bahwa kepala bank sentral AS adalah "musuh" yang lebih besar daripada Presiden China, Xi Jinping.
Donald Trump membantah bahwa perang dagangnya dengan China, akan menyebabkan gesekan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7.
Trump akhirnya menyadari bahwa masalahnya bukan China yang mengirim barang-barang Tiongkok ke AS, tetapi korporasi global Washington yang sudah memindahkan produksi mereka ke pasar AS.
Investor semakin khawatir di tengah kecemasan tentang resesi global
Jumlah rig minyak di AS mencapai level terendah sejak Januari 2018
Trump mempertanyakan apakah kepala bank sentral AS musuh yang lebih besar daripada Presiden China Xi Jinping.
Tarif tambahan China berkisar dari 5 persen hingga 10 persen pada 5.078 barang dari AS.