Pekan lalu, Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi baru pada warga negara dan perusahaan China atas dugaan mengangkut minyak mentah Iran.
Beijing harus menyediakan tanggapan yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan Tiongkok yang sah dan untuk menegakkan keadilan internasional.
Apkomlapan mengadu ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Hal itu guna menjawab somasi yang dilayangkan pemegang merek dagang hardisk Seagate dengan logo RFI.
Perjanjian yang diteken pada Rabu (25/9) malam itu bersifat saling menguntungkan dan memotong tarif pada produk pertanian dan industri kedua negara.
Perang dagang Amerika Serikat (AS) terhadap ekonomi China tidak berefek berarti karena Beijing mulai menemukan solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhannya.
Laut Cina Selatan adalah salah satu dari semakin banyak titik nyala dalam hubungan AS-China, meliputi perang dagang yang terus meningkat.
Sekutu AS, termasuk Jerman,mengatakan, tarif Trump bukan opsi untuk menyelesaikan masalah kedua negara tersebut.
AS resmi memberlakukan bea masuk 15 persen atas barang-barang konsumsi senilai 112 miliar dolar dari China.
Ketidakpastian kapan atau bagaimana perselisihan itu akan berakhir telah mengguncang pasar dan membuat rumit rencana investasi jangka panjang perusahaan.
Pemerintah China menyatakan bahwa pihaknya akan mengenakan tarif balasan terhadap barang-barang tambahan senilai 75 miliar dolar AS asal Amerika Serikat.