Trump menyalahkan China karena tidak menindaklanjuti janjinya untuk mengimpor lebih banyak produk pertanian AS
IMF telah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk Tiongkok menjadi 6,2 persen tahun ini, dengan asumsi tidak ada tarif baru yang dikenakan.
China pada akhirnya akan menguntungkan ekonomi Amerika.
China mendevaluasi mata uangnya sembari mempertahankan cadangan devisa yang substansial, meskipun Beijing sudah menggunakan cara tersebut secara aktif di masa lalu.
Trump juga mengancam akan menaikkan tarif lebih lanjut, jika Presiden China Xi Jinping gagal mencapai kesepakatan perdagangan dengan Washington.
Tarif baru, yang menyasar berbagai barang konsumen mulai dari ponsel dan komputer laptop hingga mainan dan alas kaki, mulai diberlakukan mulai 1 September.
Pada bulan Agustus ini Indonesia melalui Bekraf akan mengikuti tiga pameran dagang terbesar di Amerika Serikat (AS) secara simultan.
Sanksi Gedung Putih tersebut kemungkinan akan memperparah ketegangan antara AS dan China yang sudah terlibat dalam perang dagang beberapa bulan terakhir.
Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto yakin, Indonesia memiliki hampir semua potensi yang mungkin dibutuhkan oleh Latvia jika ingin membuka kerja sama hubungan dagang.
Dua kapal perang India yang bertugas mengawal kapal dagang di Teluk Persia, masih tetap bersiaga di kawasan tersebut dalam jangka waktu yang lebih lama.