China sangat menentang kenaikan tarif AS, dengan mengatakan hal itu berbahaya tidak hanya bagi China dan AS, tetapi juga bagi seluruh dunia.
China menuding Amerika Serikat tak berniat menyelesaikan perang dagang, setelah memasukkan perusahaan telekomunikasi Huawei ke dalam daftar hitam
China Southern Airlines, China Eastern Airlines, dan Air China akan menuntut ganti rugi dari raksasa kedirgantaraan Amerika itu menyusul perang dagang Amerika Serikat (AS)-China.
Keputusan itu muncul di tengah meningkatnya perang dagang AS dengan China atas sengketa perdagangan.
Tarif tersebut berada di tingkat yang sama dengan sebelum Trump memutuskan untuk menggandakannya Agustus lalu di tengah ketegangan terkait penahanan seorang pendeta AS, yang telah dibebaskas Turki.
China menegaskan bahwa perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) tidak serta membuat perekonomian negara itu lumpuh.
Surat perintah itu akan membuka jalan bagi larangan melakukan bisnis dengan produsen teknologi informasi Huawei, asal China, meskipun tidak menyebutkan nama negara atau perusahaan tertentu.
Peskov menegaskan, hubungan Rusia dan AS lebih buruk dari Rusia-China.
Perang perdagangan AS-China saat sebagai "pertengkaran kecil" meskipun ada tambahan bea masuk yang diberlakukan masing-masing negara.
China menaikkan bea masuk barang-barang Amerika Serikat (AS) UDS60 miliar.