Koalisi Partai Demokrat dengan Partai Gerindra seketika hancur lebur. Pertemuan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang sedianya digelar malam ini terpaksa batal.
Keputusan calon wakil presiden (Cawapres) dari kubu Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto akan membuka peluang terbentuknya poros ketiga pada Pilpres 2019 mendatang.
Dua hari jelang penutupan pendaftaran capres-cawapres di KPU, Presiden Jokowi belum juga menentukan siapa cawapres yang akan mendampingi pada Pilpres 2019 mendatang. Siapa figur yang akan dipilih Jokowi?
Partai koalisi pendukung Presiden Jokowi akan meminta masukan ke Front Pembela Islam (FPI dan sejumlah Ormas dalam menyusun visi misi serta konsep Nawacita jilid II.
PAN akan menggelar Rakernas, Kamis (9/8). Rakernas PAN digelar sehari sebelum penutupan pendaftaran capres-cawapres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU)
Solidaritas Alumni Universitas Indonesia (UI) Lintas Generasi mendesak DPR untuk membentuk Pansus Adu Domba oleh Presiden Jokowi.
Solidaritas Alumni Universitas Indonesia (UI) Lintas Generasi menilai Presiden Jokowi telah melanggar sumpah. Hal itu terkait pernyataan Jokowi "Relawan harus siap berantam" yang dianggap bernuansa provokasi.
Alumni UI mengecam tindakan Ali Mochtar Ngabalin yang menjual almamater UI demi kepentingan politik pribadi dan kelompoknya.
Jelang berakhirnya pendaftaran calon Capres-Cawapres di KPU, Prabowo Subianto belum juga mengumumkan siapa yang akan mendampinginya di Pilpres 2019 mendatang.
Kiai khos dan jumhur ulama Nahdlatul Ulama (NU) mendukung terbentuknya poros baru, jika dalam satu atau dua hari kedepan Presiden Jokowi tidak memutuskan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Cawapres.