Kamis, 23/04/2026 20:08 WIB

Karyawan Samsung Demo Massal, Tuntut Bonus dan Ancam Mogok Kerja





Para buruh menyuarakan kemarahan atas kebijakan kompensasi yang dianggap tertinggal jauh dari rival mereka, SK Hynix terkait bonus

Karyawan samsung menggelar demo massal (Foto: AFP)

Seoul, Jurnas.com - Kompleks pabrik Samsung Electronics di selatan Seoul dipadati tak kurang dari 40.000 pekerja pada Kamis (23/4), dalam aksi demonstrasi terbesar yang pernah dihadapi perusahaan tersebut.

Para buruh menyuarakan kemarahan atas kebijakan kompensasi yang dianggap tertinggal jauh dari rival mereka, SK Hynix, terutama di tengah melonjaknya permintaan chip kecerdasan buatan (AI) global.

Jika negosiasi gagal, serikat pekerja mengancam akan melancarkan aksi mogok kerja selama 18 hari mulai 21 Mei mendatang, sebuah langkah yang berisiko mengganggu rantai pasok semikonduktor dunia.

Kekecewaan utama berakar pada perbedaan drastis skema bonus antara Samsung dan SK Hynix. Sejak fenomena ChatGPT meledak pada akhir 2022, SK Hynix berhasil mengungguli Samsung dalam memasok memori pita lebar tinggi (High Bandwidth Memory) kepada Nvidia.

Keberhasilan tersebut berujung pada reformasi kompensasi yang jauh lebih besar bagi karyawan SK Hynix, sehingga memicu eksodus staf ahli dari Samsung ke perusahaan pesaing tersebut.

“Dalam realitasnya, banyak karyawan yang pindah ke SK Hynix. Pada akhirnya, lebih dari 90 persen karyawan bekerja demi bayaran, dan kesenjangan kompensasi telah menjadi begitu lebar sehingga mendorong pergerakan tersebut,” ujar Song Yong-gi (39), staf logistik di divisi chip Samsung dikutip dari Reuters.

Serikat Pekerja Samsung Electronics yang kini mewakili lebih dari 70 persen tenaga kerja di Korea Selatan menuntut penghapusan batasan bonus yang saat ini dipatok maksimal 50 persen dari gaji tahunan.

Mereka juga mendesak perusahaan untuk mengalokasikan 15 persen dari laba operasional tahunan sebagai bonus kinerja serta memberikan kenaikan gaji pokok sebesar 7 persen.

Di sisi lain, manajemen baru menawarkan alokasi laba sebesar 10 persen untuk bonus dan menjanjikan pendanaan tambahan guna memastikan pembayaran yang lebih tinggi di masa depan.

Manajemen Samsung memperingatkan bahwa penghentian produksi akibat mogok kerja dapat menghancurkan kepercayaan pelanggan jangka panjang, mengingat ketatnya jadwal pengiriman chip AI saat ini.

"Penghentian produksi yang disebabkan oleh bahkan satu kali mogok kerja saja dapat merusak kepercayaan pelanggan dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih," kata salah seorang pejabat Samsung yang berbicara secara anonim.

Meskipun laba perusahaan melonjak berkat tren AI, ketidakpuasan internal yang meluas menjadi tantangan serius bagi stabilitas operasional Samsung dalam mempertahankan dominasinya di pasar global.

KEYWORD :

Samsung Electronics Demonstrasi Karyawan  Karyawan Samsung Mogok




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :