Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno mengingatkan agar Badan Pusat Statistik (BPS) harus mampu menghimpun data akurat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor pertanian memang semakin mentereng. Sepanjang 2020, ekspor pertanian Indonesia telah mencapai Rp 451,8 triliun, naik 15,79 persen dari periode sebelumnya yaitu Rp 390,16 triliun.
Bila menilik kurva data yang disampaikan BPS ini, terlihat hingga pertengahan tahun 2021, nilai NTP dan NTUP konsisten tinggi.
Anggota DPR RI Guspardi Gaus menyoroti Badan Pusat Statistik (BPS) menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi 0,74 persen secara year on year (YoY).
Volume eskpor tanaman hias Indonesiamenurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) per tahun dari 2017-2020 rata-rata 20 juta dolar atau senilai Rp 290 miliar.
Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 masih minus 0,74% disebabkan perkembangan inflasi 1,37% secara year on year
Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan, ekspor pertanian Indonesia pada Maret 2021 meningkat hingga dua digit, baik secara month to month (mtm) maupun year on year (yoy).
Performa ekspor dan impor bulan Maret 2021 sangat bagus dan impresif
Impor ektor migas sebesar USD2,28 miliar, lalu non migas mencapai USD14,51 miliar