Berdasarkan data BPS, sebanyak 66,13% masyarakat Maluku Utara bekerja di sektor informal dan sisanya 33,87% bekerja di sektor formal dari angkatan kerja sebesar 552.680 orang di tahun 2020.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pertanian pada bulan Oktober 2021 mencapai US$410 Juta.
Menurutnya, Upah Minimum dimaksudkan sebagai pelindungan kepada pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun agar upahnya tidak dibayar terlalu rendah.
BPS telah merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2021. Jika dilihat year-on-year (yoy), pertumbuhan kuartal III 2021 mencapai 3,51 persen, lebih rendah dari kuartal II 2021 yang mencapai 7,07 persen.
Rekor kenaikan besar ini menurut data BPS dipengaruhi kenaikan harga beberapa komoditas.
Berdasarkan data BPS, pada tahun 2018, ada 28.961 pesantren tersebar di 14.020 desa.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), SYL menyebutkan bahwa di masa awal pandemi pada kuartal II – 2020, sektor pertanian tumbuh 16,24 persen dan menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi.
BPS mencatat, tenaga kerja pertanian pada Agustus 2019 mencapai 36,71 juta orang, meningkat menjadi 41,13 juta orang pada Agustus 2020.
Menurut data Maluku Dalam Angka 2021 yang diterbitkan BPS, produksi perikanan budidaya daerah ini pada tahun 2019 mencapai lebih dari 620 ribu ton.
Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi surplus beras dari tahun ke tahun, yakni produksi di 2018 menghasilkan surplus beras 4,37 juta ton, 2019 surplus 2,38 juta ton dan 2020 surplus 1,97 juta ton.