Akar permasalahan dari kekacauan pasokan bawang putih selama ini sebenarnya sangat sederhana, yaitu bergantung pada kecepatan Pemerintah dalam memberikan izin.
saat ini Kementan sudah menerbitkan RIPH dari 70 perusahaan dengan total volume 600 ribu ton.
Aroma dan rasa bawang putih yang menyengat karena mengandung senyawa organosulfur, membuat beberapa kalangan tidak nyaman untuk mengkonsumsi bahan dapur tersebut.
Anton mengatakan hampir seluruh sentra produksi bawang marah di Indonesia akan terus berproduksi.
Satgas Pangan dan Polri akan terus pantau jalur distribusi pangan agar tetap lancar.
Di tengah situasi panik terkait pandemi virus corona (COVID-19), pemerintah tidak boleh seenaknya melanggar peraturan yang sudah disepakati bersama menjadi lembaran negara.
Luluk tak menampik bahwa impor bawang putih sangat diperlukan, jika sudah tidak ada lagi jalan lain. Tapi juga harus ada transparansi soal ketersediaan komoditas tersebut, jangan sampai kebijakan pemerintah malah membuat petani bawang lokal menjadi terpuruk.
Luluk mengatakan bahwa kenaikan harga bawan putih kemungkin disebakan oleh fenomena belanja berlebihan (Panic Buying) atau permainan para importir dan pedangan.
Sementestinya, dengan kehadiran bawang putih impor ini sudah mampu menstabilkan harga ke level normal, jika benar bawah komoditas tersebut sudah masuk ke pasar-pasar di Tanah Air.
Bawang putih yang diekspor ke Indonesia saat ini berasal dari hasil panen pada Mei-Juni tahun 2019 yang disimpan dalam cold storage.