Kawasan lereng Gunung Rinjani, tepatnya di wilayah Kecamatan Sembalun Lombok Timur sudah lama dikenal sebagai sentra produksi bawang putih.
Khusus untuk hortikultura, pihaknya menargetkan penyerapan dana KUR hingga Rp 6,39 triliun atau enam kali lipat lebih besar daripada anggaran APBN Hortikultura.
Terbukti sinergi yang dibangun melalui EWS membuat pasokan dan distribusi bawang lancar.
Kementan telah menyusun perkiraan kebutuhan konsumsi cabai dan bawang berikut produksinya hingga level kabupaten/kota.
Berdasarkan data BPS, luas panen bawang merah di Kabupaten Enrekang pada tahun 2019 mencapai 7.605 hektar, naik 15% dibanding tahun 2018 sebanyak 6.610 hektar.
Kementerian Pertanian (Kementan) mengeluarkan RPIH komoditas bawang putih sebanyak 103.000 ton dari Cina untuk 10 perusahaan baru.
Syahrul melepasakan bawang putih sebanyak 12 ton dengan harga Rp30 ribu per kg.
Kebutuhan bawang putih dalam neger setiap tahun berkisar 560.000 ton hingga 580.000 ton atau 47.000 ton tiap bulan. Akan tetapi, kemampuan produksi domestik hanya 85.000 ton.
Intervensi yang dilakukan pemerintah dalam bentuk operasi pasar untuk cabai rawit merah dan bawang putih adalah bagian untuk menstabilisasi harga.
Harga cabai merah misalnya, tembus Rp100.000 per kg dan bawang putih Rp60.000-70.000 per kg.