Ayatollah Khamenei juga memperingatkan bahwa negara mana pun yang tertinggal di belakang dunia dalam ilmu dan teknologi baru akan ditakdirkan terbelakang, dihinakan dan dieksploitasi kekuatan asing.
Perwakilan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Irak, Seyyed Mojtaba Hosseini mengatakan bahwa pembentukan kamar-kamar pemikiran adalah penting untuk melawan negara yang arogan.
Mohammad Ali Jafari, Komandan Garda Revolusi Iran menegaskan, akan melawan segala bentuk "perang psikologis" AS melalui penerapan kembali sanksi ini.
Khamenei mengatakan AS telah gagal menegaskan dominasinya atas Iran pasca Revolusi Islam di negara tersebut pada 1979 silam.
Pengaruh budaya Barat melalui hiburan, media sosial dan internet sebagai ancaman terhadap nilai-nilai Islam dan revolusioner di Iran.
Dengan menggunakan kapasitas pemuda yang tak tertandingi, semua masalah dapat diselesaikan.
Ali Khamenei menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah terpengaruh oleh sanksi apapun dari Amerika Serikat (AS).
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, pasukan bersenjata itu dibayar Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).
Ali Khamenei mengatakan, Iran tidak akan pernah bernegosiasi dengan pejabat Gedung Putih yang "tidak senonoh dan konfrontatif" mengenai kesepakatan baru.
idak akan ada perang, karena, seperti di masa lalu, kita tidak akan pernah memulai perang dan AS juga akan memulai perang, karena itu akan benar-benar berbahaya bagi mereka.