Media Suriah dan Iran merilis foto yang menunjukkan Assad, mengenakan setelan gelap berpelukan dengan Khamenei dan berjabat tangan dengan Rouhani, keduanya tersenyum.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, juga menimbang mengatakan bahwa hubungan antara para pelaku serangan "dan agen mata-mata dari negara-negara regional dan ekstra-regional tertentu sudah jelas".
Akan tetapi dia menggarisbawahi, Ayatullah Khamenei menyebut slogan itu diarahkan kepada Presiden AS Donald Trump dan pejabat tinggi AS, bukan Amerika secara keseluruhan.
Ayatollah Khamenei juga memperingatkan bahwa negara mana pun yang tertinggal di belakang dunia dalam ilmu dan teknologi baru akan ditakdirkan terbelakang, dihinakan dan dieksploitasi kekuatan asing.
Perwakilan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Irak, Seyyed Mojtaba Hosseini mengatakan bahwa pembentukan kamar-kamar pemikiran adalah penting untuk melawan negara yang arogan.
Mohammad Ali Jafari, Komandan Garda Revolusi Iran menegaskan, akan melawan segala bentuk "perang psikologis" AS melalui penerapan kembali sanksi ini.
Khamenei mengatakan AS telah gagal menegaskan dominasinya atas Iran pasca Revolusi Islam di negara tersebut pada 1979 silam.
Pengaruh budaya Barat melalui hiburan, media sosial dan internet sebagai ancaman terhadap nilai-nilai Islam dan revolusioner di Iran.
Dengan menggunakan kapasitas pemuda yang tak tertandingi, semua masalah dapat diselesaikan.
Ali Khamenei menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah terpengaruh oleh sanksi apapun dari Amerika Serikat (AS).