AS dan dinas intelijen Barat, yang dibiayai negara-negara reaksioner tertentu di kawasan itu, berada di balik insiden semacam itu.
Pada April 2015, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengajukan rencana perdamaian empat poin untuk Yaman ke PBB dalam upaya untuk mengakhiri pertumpahan darah di negara Arab.
Walaupun Iran tidak merasa malu dalam mempelajari ilmu-ilmu baru dari yang lain, ia tidak ingin universitas-universitasnya meniru sistem pendidikan Amerika Serikat (AS) dan meniru budaya Barat yang salah.
Amerika Serikat (AS) gagal dan akan terus gagal dalam kampanye tekanan maksimum terhadap bangsa Iran.
Eropa tidak akan melakukan apa pun untuk Rebuplik Islam Iran ke depannnya dan inilah sebabnya Iran seharusnya tidak menaruh harapan pada Eropa.
Irak sebagai negara yang besar, bermartabat, dan beradab dengan kemauan yang kuat.
Iran tidak akan melakukan negosiasi di tingkat apa pun dengan Amerika Serikat (AS).
Situasi saat ini di Kashmir dan perselisihan antara India dan Paskistan di wilayah tersebut sebagai buntutu tindakan jahat Inggris saat meninggalkan anak benua India.
Perwakilan Pemimpin IRGC mengingatkan bahwa pesawat AS adalah pesawat tanpa awak terbaik, canggih, dan termahal di AS.
Arab Saudi, Emirat dan pendukung mereka, yang sudah melakukan kejahatan besar di Yaman harus dihadapi secara tegas.