Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk eksekusi dan menuduh pasukan keamanan Bahrain menggunakan tindakan penyiksaan untuk memaksa dua pemuda itu mengaku pada sesuatu yang mereka tidak dilakukan.
Ayatullah Ali Khamenei mengatakan bahwa keinginan rakyat pada akhirnya akan menang di Bahrain, menyusul aksi protes terhadap eksekusi mati dua aktivis Syiah
Teheran meningkatkan pengayaannya sebesar 100 kali lipat sejak 2012.
Penyitaan kapal itu terjadi atas permintaan Amerika Serikat (AS), yang mengingkan ekspor minyak Iran ke tingkat "nol" sebagai bagian dari sanksi terhadap Republik Islam.
Menteri Intelijen Iran mengatakan segala jenis negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), harus mendapatkan persetujuan dari Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei.
Trump mengatakan sanksi terbaru juga akan menargetkan lingkaran dalam Khamenei.
Khamenei mengatakan kesepakatan yang didesain Amerika Serikat (AS) atas nama Palestina akan gagal dan tidak akan pernah terwujud.
Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan Iran tidak akan bernegosiasi dengan Washington, tetapi Rouhani mengisyaratkan kemungkinan melakukan negoisasi, jika sanksi yang diberlakukan di negara itu dicabut.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan ketidaksetujuannya dengan implementasi perjanjian nuklir 2015.
Khamenei mengatakan, setiap konfrontasi antara AS dan Iran tidak akan menjadi perang militer, dan bahkan tidak akan ada perang apa pun.