Kematian Soleimani meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran secara dramatis, meskipun selama ini hubungan kedua negara sering memanas sejak 2018.
Ayatollah Ali Khamenei juga mengatakan kepada makmum yang meneriakkan "Matilah Amerika" bahwa Garda elite itu dapat bertarung di luar perbatasan Iran
Thani memuji dukungan Iran untuk negaranya, khususnya pada saat sanksi yang dipimpin Arab Saudi dan sekutunya terhadap Doha.
Dalam pidato yang disiarkan langsung, Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei menyoroti kehadiran militer AS yang sumber masalah di wilayah tersebut untuk segera angkat kaki.
Iran sangat siap menghadapi kekuatan intimidasi global. Menurutnya, sangat salah jika ada yang berpikir Negeri Para Mullah akan mundur dari agresi musuh.
Mantan kepala pasukan elit itu tewas dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) pada Jumat (3/1), menurut laporan media pemerintah Iran.
Kematian Soleimani tidak akan menghentikan misinya, justru para penjahat yang memiliki "darah" Soleimani dan para martir lainnya yang tewas dalam serangan tersebut akan memberikan pembalasan yang mengerikan.
Tetapi semua orang harus tahu, Iran berkomitmen kuat untuk kepentingan negara dan martabat, kemegahan, dan kemajuan bangsa Iran
Jika ada yang mengancam ini, kami akan menghadapinya tanpa ragu-ragu dan akan menyerang siapapun yang menyerang kami, kata Khamenei
Ayatollah Khamene meminta pihak berwenang untuk menunjukkan kasih sayang terhadap mereka yang diduga terlibat dalam kerusuhan tersebut.