Dorong saja dipercepat, supaya bisa bersama-sama bekerja dengan pemerintahan Jokowi.
Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Sumut Syamsul Arifin secara terbuka mendukung pencalonan Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024.
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) dinilai layak untuk memimpin Partai Golkar menggantikan posisi Airlangga Hartarto. Sebab, Bamsoet sebagai kader yang loyal dan telah teruji memimpin DPR RI.
Suko Widodo menilai Golkar telah kehilangan sosok pemimpin
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan ada pelaku lain dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP yang menyeret mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) dan sejumlah pihak lain.
Kita dukung munas yang wajar. Bukan dipercepat. Dan kita solid mendukung kepemimpinan pak Airlangga Hartarto.
Para Pimpinan DPD II Golkar DKI Jakarta memcabut dukungan untuk Bambang Soesatyo yang akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum DPP Golkar dalam Munas.
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa tiga politikus Partai Golkar sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.
KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Nasir terkait kasus suap dan gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso.
KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga politikus Golkar sekaligus terkait kasus suap proyek e-KTP. Ketiganya diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan Markus Nari yang juga sebagai politikus Golkar.